Peristiwa

Desa Wisata Prai Ijing Sumba Barat Raih Penghargaan Pariwisata Berkelanjutan ASEAN

Selasa, 03 Februari 2026 | 21:21 WIB
Desa Wisata Prai Ijing Sumba Barat Raih Penghargaan Pariwisata Berkelanjutan ASEAN

Desa Wisata Tebara atau Desa Wisata Kampung Prai Ijing NTT (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/dok)


Reporter: kompas.com  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Desa Wisata Kampung Prai Ijing (Tebara), Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih ASEAN Sustainable Tourism Award dalam ajang ASEAN Tourism Awards (ATA) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan pada kategori Rural Product.

Ajang penghargaan ini diselenggarakan dalam rangkaian ASEAN Tourism Forum (ATF) yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada Jumat (30/1/2026).

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menyampaikan kebanggaannya atas capaian Desa Wisata Kampung Prai Ijing yang merupakan bagian dari program Desa Bakti BCA.

Baca Juga: Kemenpar Perkuat Arah Pariwisata Berkelanjutan Lewat Sertifikasi Desa Wisata

“Kami bangga atas pencapaian Desa Bakti BCA, Desa Wisata Kampung Prai Ijing Tebara, yang meraih ASEAN Tourism Sustainable Awards berkat keunikan kain tenun Sumba Prai Ijing,” ujar Hera, Senin (2/2/2026).

Menurut Hera, penghargaan ini menegaskan besarnya potensi desa wisata Indonesia sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan yang mampu bersaing di tingkat internasional. 

BCA, melalui program UMKM dan Desa Bakti BCA, berkomitmen mendorong penguatan usaha komunitas desa dan UMKM agar berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.

ASEAN Tourism Awards sendiri merupakan ajang apresiasi bagi pelaku pariwisata di negara-negara ASEAN. Penghargaan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempromosikan kawasan ASEAN sebagai destinasi wisata unggulan, baik bagi wisatawan regional maupun global.

Baca Juga: Pengembangan Desa Wisata Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Akses Pasar UMKM

Desa Wisata Kampung Prai Ijing dikenal dengan arsitektur rumah adat khas Sumba serta kepercayaan Marapu yang masih dijaga hingga kini. Berlokasi di atas bukit, desa ini juga mempertahankan tradisi menenun yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan domestik dan mancanegara.

Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pembuatan kain tenun tradisional Sumba. Selain melestarikan budaya, aktivitas ini turut menggerakkan perekonomian lokal melalui penjualan berbagai produk tenun kepada pengunjung.

Komitmen masyarakat Prai Ijing dalam menjaga budaya dan mengembangkan produk lokal inilah yang mengantarkan desa ini meraih penghargaan ASEAN Tourism Sustainable Awards kategori Rural Product.

Selain wisata budaya, Kampung Adat Prai Ijing juga menawarkan pesona alam. Mengacu pada laman resmi Jadesta, kawasan ini memiliki sejumlah objek wisata seperti Danau Weeboro, Bukit Pangadu, Bukit Wee Padenang, serta Bukit Ngadu Bonnu* yang menyuguhkan panorama Samudera Hindia di sisi selatan.

Baca Juga: Desa Wisata Pentingsari di Lereng Merapi Tak Sekadar Menawarkan Pesona Alam

Hera menjelaskan, program UMKM dan Desa Bakti BCA merupakan pendampingan menyeluruh yang saat ini menjangkau 28 desa di berbagai wilayah Indonesia. Program ini berfokus pada dua tujuan utama, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan perluasan akses pasar.

Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari penguatan atraksi wisata, peningkatan kualitas layanan, literasi keuangan, familiarization trip, hingga pemberdayaan UMKM lokal. 

Langkah ini diharapkan mampu mendukung usaha komunitas yang berkelanjutan dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi warga.

“Kami berharap kontribusi Desa Bakti BCA dapat mendorong desa wisata lain di Indonesia untuk mengoptimalkan potensinya dan mengembangkan destinasi pariwisata yang berkualitas serta berkelanjutan,” kata Hera.


Sumber: https://travel.kompas.com/read/2026/02/02/110000827/desa-wisata-kampung-prai-ijing-ntt-raih-penghargaan-wisata-berkelanjutan.

Selanjutnya: BNPB Sebut Tiga Kabupaten di Aceh Masih Berstatus Tanggap Darurat Bencana Sumatera

Menarik Dibaca: Jadwal Arsenal vs Chelsea (4/2): Duel Penentu Tiket Final Piala EFL di Emirates

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru