Disebut ada pemotongan bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi data ganda penerima

Sabtu, 31 Juli 2021 | 19:05 WIB Sumber: Kompas.com
Disebut ada pemotongan bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi data ganda penerima

ILUSTRASI. Dinsos P3AKB Kabupaten Klaten menegaskan tidak ada pemotongan bansos bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

KONTAN.CO.ID - SOLO. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Klaten menegaskan tidak ada pemotongan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinsos P3AKB Kabupaten Klaten Much Nasir menanggapi adanya isu pemotongan bansos di Kecamatan Gantiwarno saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (31/7). "Tidak ada pemotongan dana bansos," kata Nasir.

Nasir mengatakan berdasarkan hasil assesment terjadi data ganda penerima bantuan sosial di Kecamatan Gantiwarno. "Bahwa telah terjadi data ganda penerima bantuan," terang Nasir.

Awalnya, ada 27 warga di Kecamatan Gantiwarno yang menerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Di sisi lain, mereka juga terdaftar dalam penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD).

Baca Juga: Angka kemiskinan bisa meningkat jadi 17,15% kalau tak ada program perlindungan sosial

Karena mereka termasuk warga miskin dan terdampak pandemi Covid-19, mereka diusulkan mendapatkan BLT DD karena BST hanya empat kali diberikan. "Kemudian warga tersebut dialihkan dan diusulkan dalam BLT DD tahap 5, yang sudah diterimakan pada Juli 2021," kata Nasir.

Namun, dalam perkembangannya ketika warga tersebut mendapatkan BLT DD ternyata nama mereka muncul di data penerima BST tahap 5-6. Sesuai ketentuan bahwa tidak diperbolehkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima dobel bantuan sosial. "Maka akhirnya warga tersebut memilih menerima BST dan mengembalikan BLT DD," ungkapnya.

Baca Juga: BPKP fokus awasi ketepatan sasaran bansos beras PPKM

Setelah mengambil dana BST dari kantor pos sejumlah Rp 600.000, maka KPM tersebut harus mengembalikan BLT DD sejumlah Rp 300.000. Pengembalian bantuan sosial bagi KPM ganda tersebut sudah tertuang dalam surat pernyataan sanggup mengembalikan. "Disinilah muncul kesan pemotongan dana bansos," ungkap Nasir.

Berdasarkan hasil musyawarah desa KPM yang tercatat dalam penerima BLT DD dialihkan atau diberikan pada warga miskin lain di desa yang tidak menerima BST. Lebih lanjut, Nasir menyebutkan jumlah penerima BST Kemensos di Kabupaten Klaten ada sebanyak 73.851 KPM. "Di Klaten penerima BST Kemensos ada 73.851 KPM," ungkap Nasir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Disebut Ada Pemotongan Bansos di Klaten, Dinsos P3AKB: Terjadi Data Ganda Penerima.
Penulis: Kontributor Solo, Labib Zamani
Editor: Khairina

Baca Juga: Akselerasi penyaluran BLT Desa masih mini, ini yang dilakukan Kemenkeu

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru