KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan, 75 persen wilayah Jawa Timur akan lebih kering dan panjang pada musim kemarau 2026 mendatang.
“Jika tidak diantisipasi sejak sekarang, dampaknya bisa terasa pada air bersih, pertanian, hingga kebakaran lahan,” ucap Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, Jumat (13/3/2026).
Ia menuturkan, 56,9 persen wilayah Jatim diprakirakan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026.
Bahkan, sebagian wilayah bisa memulai lebih awal, yakni pada April 2026. Adapun wilayah lainnya baru memasuki musim kemarau pada Juni 2026.
Puncaknya akan terjadi Agustus 2026 di mayoritas wilayah.
Baca Juga: Magrib Pontianak 16 Maret 2026: Jadwal Buka Puasa Resmi Kemenag
“Banyak daerah diprediksi mengalami kemarau lebih panjang dari normal,” ujar dia.
Ditambah lagi, diprakirakan adanya kondisi kemarau tidak biasa pada tahun ini yang dapat diketahui dari kondisi atmosfer dan laut global mulai berubah pada pertengahan tahun.
“Perubahan ini membuat potensi kemarau Jatim menjadi lebih kering dibandingkan kondisi normal,” ucapnya.
Sebanyak 56 zona musim atau sekitar 75,5 persen wilayah Jatim diprediksi akan memiliki sifat hujan di bawah normal selama musim kemarau.
“Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak kondisi cuaca di Jatim, termasuk kemungkinan kekeringan pada musim kemarau apabila curah hujan berkurang,” kata dia.
Hal itu disebabkan kemunculan El Nino yang mencapai 50 sampai 60 persen pada pertengahan hingga akhir tahun.
“Fenomena ini sering memicu berkurangnya curah hujan di Indonesia dan membuat musim kemarau terasa lebih panjang dan kering,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kemarau yang lebih kering bisa meningkatkan risiko kekurangan air bersih, gagal panen, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Karena itu, pemerintah dan masyarakat diminta mulai melakukan langkah antisipasi sejak akhir musim hujan.
“Ada baiknya juga merekomendasikan petani mulai mempertimbangkan varietas padi tahan kering atau beralih ke palawija untuk mengurangi risiko gagal panen," kata Taufiq.
Baca Juga: Jadwal Buka Puasa Mataram Senin 16 Maret 2026, Cek Waktu Magrib NTB
Sumber: https://surabaya.kompas.com/read/2026/03/16/133855078/bmkg-prediksi-75-persen-wilayah-jatim-alami-kemarau-lebih-panjang-dan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News