KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengalokasikan dana sekitar Rp 100 miliar untuk membongkar tiang-tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Besarnya anggaran ini kerap memunculkan pertanyaan publik, mengingat proyek tersebut kerap dipersepsikan hanya sebatas pembongkaran tiang beton.
Namun, Pemprov DKI menegaskan bahwa dana Rp 100 miliar tersebut tidak hanya digunakan untuk membongkar 98 tiang monorel, melainkan juga untuk menata ulang jalan dan trotoar di salah satu koridor tersibuk di Jakarta.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menjelaskan, pembongkaran dan penataan kawasan Rasuna Said merupakan satu paket pekerjaan yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Baca Juga: Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di HR Rusana Said Dipercepat, Ini Alasannya
“Anggaran pembongkaran ini jadi satu dengan penataan jalan dan trotoarnya. Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” ujar Heru saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1/2026).
Bukan Sekadar Bongkar Tiang
Heru menjelaskan, setelah tiang monorel dibongkar, Pemprov DKI akan menata ulang Jalan HR Rasuna Said agar tampil seragam dengan sisi barat jalan yang lebih dulu ditata.
Selama ini, sisi timur Rasuna Said masih terhambat keberadaan tiang monorel mangkrak sehingga penataan jalan dan trotoar tidak bisa dilakukan secara optimal.
“Nanti Rasuna Said sisi timur akan kita rapikan. Jalur cepat, jalur lambat, dan trotoar akan kita tata,” kata Heru.
Dalam rencana penataan tersebut, jalur lambat yang selama ini ada di Rasuna Said akan dihilangkan dan dialihfungsikan menjadi trotoar yang lebih layak bagi pejalan kaki.
Jalan dan Trotoar Ditata Ulang
Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, menambahkan bahwa penataan lanjutan menjadi bagian penting dari penggunaan anggaran tersebut.
Baca Juga: Pemprov DKI Kucurkan Dana Rp 100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak
Menurut dia, setelah pembongkaran rampung, Pemprov DKI akan melakukan penataan kawasan secara menyeluruh, meliputi:
- Penataan ulang badan jalan;
- Perbaikan dan pelebaran trotoar;
- Peningkatan sarana pejalan kaki;
- Penyesuaian elemen pendukung jalan agar lebih aman dan nyaman.
“Pembongkaran dilakukan sebagai upaya penataan kawasan untuk meningkatkan keindahan kota, kenyamanan pejalan kaki, keselamatan pengguna jalan, serta sebagai upaya mengurai kemacetan,” ujar Siti, Jumat (9/1/2026).
Optimalkan Ruang Jalan dan Kurangi Kemacetan
Siti menjelaskan, keberadaan tiang monorel selama lebih dari 17 tahun telah membuat ruang jalan di Rasuna Said tidak optimal.
Setelah tiang dihilangkan, ruang tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan fungsi jalan dan mendukung mobilitas berkelanjutan.
Menurut dia, penataan ini diharapkan dapat membantu mengurangi kemacetan di salah satu kawasan perkantoran tersibuk di Jakarta.
“Penataan lanjutan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran lalu lintas dan mobilitas berkelanjutan,” katanya.
Pembongkaran Dipercepat
Pembongkaran tiang monorel di Rasuna Said dijadwalkan berlangsung pada pekan ketiga Januari 2026 dan dipercepat atas permintaan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Percepatan ini dimungkinkan karena seluruh proses administrasi dan koordinasi, termasuk dengan PT Adhi Karya selaku pemilik tiang monorel, telah rampung.
Baca Juga: Tiang Monorel Mangkrak di Jakarta Bakal Dibongkar pada Pekan Ketiga Januari 2026
“Karena permintaan Pak Gubernur untuk dibongkar hari Rabu, ya kita jalankan. Semua aturannya sudah dipenuhi,” ujar Heru.
Sementara itu, pembahasan terkait sisa tiang monorel di kawasan Senayan masih terus dilakukan dan belum masuk tahap pembongkaran.
Proyek Monorel Mangkrak Sejak 2008
Sebagai catatan, proyek monorel Jakarta pertama kali dimulai pada 2004 dengan tujuan menghadirkan sistem transportasi massal.
Namun, proyek tersebut terhenti permanen pada 2008 dan meninggalkan tiang-tiang beton yang tidak pernah dimanfaatkan.
Pembongkaran dan penataan ulang Rasuna Said kini dipandang sebagai langkah korektif atas proyek mangkrak masa lalu, sekaligus upaya menghadirkan wajah baru koridor Rasuna Said yang lebih tertata, aman, dan ramah bagi semua pengguna jalan.
Selanjutnya: Iran Bergejolak, Kripto Cari Jalan di Tengah Pemadaman Internet
Menarik Dibaca: Promo Guardian Super Hemat 8-21 Januari 2026, Tambah Rp 1.000 Dapat 2 Rexona Spray
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News