KONTAN.CO.ID - Jakarta. Seorang dokter internship berinisial AMW (26) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat karena suspek campak. Kenali ciri-ciri anak-anak terkena campak.
Diberitakan Kompas.com, RSUD Pagelaran mempercepat pelaksanaan vaksinasi measles-rubella (MR) bagi seluruh tenaga kesehatan (nakes). Langkah ini diambil setelah meninggalnya seorang dokter internship berinisial AMW (26) yang diduga sebagai suspek campak.
Direktur RSUD Pagelaran, Irvan Nur Fauzy, menyampaikan bahwa pihaknya telah merampungkan pendataan status imunisasi seluruh pegawai dan tenaga medis guna menentukan kebutuhan vaksinasi lanjutan.
Selain mempercepat imunisasi MR, RSUD Pagelaran bersama Kementerian Kesehatan RI juga telah melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE). Langkah ini mencakup penelusuran kontak erat serta pemeriksaan kondisi kesehatan seluruh karyawan rumah sakit.
Hasil sementara menunjukkan belum ada tenaga kesehatan maupun pegawai yang mengalami gejala menyerupai campak. Dua dokter internship yang merupakan rekan sejawat almarhum juga telah diperiksa dan dinyatakan dalam kondisi sehat.
“Selama tidak ada gejala, tidak masalah untuk kembali bertugas. Namun, kami meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk mengkaji standar operasional untuk menjamin keselamatan pegawai,” jelas Irvan.
Baca Juga: Cuaca Aceh Hari Ini Minggu (29/3): Ini Wilayah Hujan Ringan & Berawan!
Status Masih Suspek, Tunggu Hasil Resmi Kemenkes
Hingga saat ini, status medis AMW masih dinyatakan sebagai suspek campak. Pihak rumah sakit bersama Dinas Kesehatan masih menunggu hasil resmi pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan yang diperkirakan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Diketahui, AMW baru menjalani satu bulan masa internship di RSUD Pagelaran dari total enam bulan penugasan. Sebelumnya, almarhum sempat bertugas di Puskesmas Sukanagara, Cianjur.
Sebelum meninggal dunia, AMW menjalani perawatan intensif akibat komplikasi pneumonia. Berdasarkan keterangan Kementerian Kesehatan, almarhum mengalami gejala seperti demam, ruam merah, serta sesak napas berat sebelum kondisinya memburuk.
Tonton: Rusia–Iran Bahas Jalur Damai, Bayang-Bayang Dukungan Militer Kian Menguat
Ciri-ciri campak
Ciri-ciri campak muncul 10 hingga 14 hari setelah tubuh terinfeksi virus. Mengutip dari Mayo Clinic, ada beberapa ciri-ciri campak yang biasanya terjadi.
Ciri-ciri campak tersebut meliputi demam, batuk kering, hidung berair, sakit tenggorokan, dan mata bengkak atau konjungtivitis.
Selama dua hingga tiga minggu, ciri-ciri campak terus berkembang dalam beberapa fase. Setelah melewati masa inkubasi 10 hingga 14 hari, ciri-ciri campak itu akan berlangsung selama dua hingga tiga hari.
Setelah itu, ciri-ciri campak yang muncul adalah ruam yang terdiri dari bintik merah. Ruam muncul pertama kali di wajah, kemudian menjalar ke paha dan kaki. Pada tahap ini, seseorang bisa mengalami demam tinggi.
Seseorang yang menderita campak bisa menularkan penyakit ke orang lain. Mayo Clinic menyebutkan, masa penularan adalah delapan hari, yaitu empat hari sebelum dan sesudah ciri-ciri campak muncul.
Penyebab campak
Selain karena belum mendapat vaksin, ada faktor lain yang membuat seseorang lebih risiko terkena campak. Berikut penyebab campak.
Pertama, penyebab campak meningkat saat Anda mengunjungi daerah lain di mana penyakit campak sedang menyebar luas.
Kedua, tubuh yang kekurangan vitamin A juga meningkatkan risiko munculnya Ciri-ciri campak. Jadi, jangan lupa untuk mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A.
Tonton: Inflasi Uni Eropa Tak Terkendali, Terancam Stagflasi akibat Harga Energi
Obat sakit campak pada anak
Dilansir dari website RS Mitra Keluarga, obat sakit campak pada anak-anak tergantung pada gejala. Selain itu, obat sakit campak pada anak juga memperhatikan usia, dan kesehatan anak secara menyeluruh, hingga seberapa parah kondisinya.
Tujuan pemberian obat sakit campak pada anak untuk membantu meringankan gejala. Oleh karena itu, WHO, tidak ada obat khusus untuk sakit campak pada anak.
Namun, komplikasi parah dari campak dapat dikurangi melalui perawatan suportif, meliputi:
- Perbanyak istirahat. Usahakan menghindari kontak dengan lingkungan sekitar untuk mencegah penularannya.
- Pastikan asupan makanan bergizi seimbang, seperti buah dan sayuran yang banyak mengandung vitamin sehingga dapat meningkatkan kekebalan tubuh.
- Minum banyak air putih untuk memastikan tidak kekurangan cairan. WHO menganjurkan pasien campak meminum larutan rehidrasi oral yang bertujuan menggantikan cairan dan elemen penting lainnya yang hilang melalui diare atau muntah.
- Konsumsi obat pereda nyeri.
- Semua anak yang didiagnosis campak disarankan untuk menerima dua dosis suplemen vitamin A, yang diberikan dalam interval 24 jam. Tujuannya untuk mengembalikan kadar vitamin A yang rendah selama campak yang terjadi bahkan pada anak-anak yang bergizi baik. Suplemen vitamin A juga telah terbukti mengurangi jumlah kematian akibat campak.
Itulah komplikasi akibat penyakit campak yang harus diwaspadai serta ciri-ciri campak pada anak. Segera hubungi dokter jika anak mengalami campak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News