Jabodetabek

Dorong Jakarta Jadi Kota Global, Pemprov Perkuat Kolaborasi BUMD

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:59 WIB
Dorong Jakarta Jadi Kota Global, Pemprov Perkuat Kolaborasi BUMD

ILUSTRASI. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi antara BUMD, BUMN,dan perangkat daerah


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk  | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat kolaborasi antara Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perangkat daerah untuk mempercepat transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan. Komitmen itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman, perjanjian kerja sama, dan perjanjian kredit.

Pramono Anung Gubernur DKI Jakarta menegaskan, target masuk 50 besar kota global pada 2030 membutuhkan sinergi seluruh ekosistem kota. Fokusnya mencakup penguatan infrastruktur dan konektivitas, pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, pemanfaatan energi terbarukan, serta peningkatan kualitas layanan publik.

“Pembangunan Jakarta tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi dari seluruh ekosistem kota,” ujar Pramono dalam keterangannya, Selasa (13/10/2026).

Menurut dia, BUMD berperan sebagai Special Mission Vehicle (SMV) yang mendukung pelayanan publik dan perekonomian daerah. Keberhasilan kerja sama diukur dari manfaat nyata bagi warga, melalui program konkret, target terukur, dan tata kelola yang baik.

Baca Juga: Gubernur Pramono Siapkan 4 Kawasan Tematik Jakarta, Pasar Baru Ala Korea Mulai 2027

Kepala Badan Pembinaan BUMD Provinsi DKI Jakarta, Syaefuloh Hidayat melaporkan, hingga triwulan III-2026 terdapat 52 kerja sama strategis, terdiri atas 27 kerja sama BUMD dengan BUMN dan 25 sinergi antar-BUMD. Kerja sama ini melibatkan 14 BUMD DKI Jakarta.

Kolaborasi tersebut mencakup sektor transportasi, infrastruktur digital, pengelolaan air bersih dan air limbah, penjaminan, serta penyediaan produk dan jasa perbankan. Selain sinergi bisnis, BUMD bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar pelatihan bagi masyarakat.

Hingga akhir 2026, program ini ditargetkan mencakup 16 kelas dengan total 320 peserta. Materi pelatihan meliputi bahasa asing, pemasaran digital, pembuatan konten, juru gambar, housekeeping, hospitality, dan kelistrikan. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi serta kesiapan kerja masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menandatangani 15 kerja sama lintas sektor untuk memperkuat kinerja BUMD dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kerja sama ini mencakup sektor kesehatan, pembiayaan perumahan, pendidikan, infrastruktur digital, energi rendah karbon, pengembangan kawasan, dan transportasi publik.

Kolaborasi tersebut melibatkan BUMD, BUMN, dan perangkat daerah. Di sektor kesehatan, delapan BUMD bekerja sama dengan ARSADA, yang menaungi 31 rumah sakit daerah. Kolaborasi mencakup rantai pasok pangan, pengelolaan limbah medis dan nonmedis, layanan air bersih, pembiayaan, penjaminan, serta integrasi wisata kesehatan dan perhotelan.

Baca Juga: Pemprov DKI Siapkan Penguatan Permodalan Bank Jakarta, Ini Nilainya

Di bidang perumahan, Bank Jakarta dan Jamkrida Jakarta berkolaborasi dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Dinas PPKUKM DKI Jakarta untuk memperluas akses Fasilitas Pembiayaan Perolehan Rumah (FPPR) bagi pekerja sektor informal. Sementara itu, PT Jakarta Tourisindo (Perseroda) bekerja sama dengan SMK 58 Jakarta untuk mengembangkan kompetensi siswa melalui fasilitasi pameran karya.

Penguatan infrastruktur digital dilakukan PT Jakarta Infrastruktur Propertindo bersama PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia melalui pemanfaatan sarana telekomunikasi dan layanan konektivitas. Bersama PT Danareksa (Persero), kerja sama juga mencakup media periklanan, CCTV, pusat data, serta teknologi informasi dan komunikasi.

Di sektor energi berkelanjutan, Perumda Paljaya dan Pertamina menjajaki pemanfaatan limbah lemak, minyak, dan gemuk (fat, oil, and grease/FOG) sebagai bahan baku biofuel. PT Transportasi Jakarta dan Pertamina juga bekerja sama mengembangkan ekosistem hidrogen dan pemanfaatan energi rendah karbon untuk transportasi publik.

Dalam pengembangan kawasan, JIEP dan PT MRT Jakarta berkolaborasi mengembangkan kawasan, properti, dan TOD pada jalur MRT Jakarta Timur–Barat. Sinergi antar-BUMD juga melibatkan PAM JAYA, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo, dan PT Jamkrida Jakarta untuk pengelolaan air limbah di pasar, fasilitas MRT, dan kawasan industri, serta pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Baca Juga: Pemilik KTP Jakarta Bisa Nikmati 8 Layanan Gratis, Kesehatan-Transportasi-Bibit

Untuk mendukung elektrifikasi transportasi, Bank Jakarta bekerja sama dengan PT Transportasi Jakarta dalam pembiayaan armada operator. Bank Jakarta juga memberikan kredit kepada PT MRT Jakarta untuk pembangunan pedestrian deck Dukuh Atas guna meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat.

Kepala Badan Pembinaan BUMD DKI Jakarta menyatakan, sinergi lintas sektor menjadi kunci membangun ekosistem perkotaan yang tangguh dan modern. Pemprov DKI Jakarta berharap seluruh kesepakatan segera diwujudkan melalui program konkret yang memberikan manfaat terukur bagi masyarakat serta mendukung transformasi Jakarta menjadi kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru