Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.165
  • SUN95,68 0,00%
  • EMAS663.000 -1,19%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Enam desa di Kintamani terpapar abu vulkanik Gunung Agung

Sabtu, 12 Januari 2019 / 10:27 WIB

Enam desa di Kintamani terpapar abu vulkanik Gunung Agung
ILUSTRASI. Wisatawan mengunjungi kawasan Pura Besakih

KONTAN.CO.ID - BANGLI-BALI. Dampak erupsi Gunung Agung yang terjadi pada Kamis (10/1) pukul 19.55 Wita dirasakan hingga Kabupaten Bangli, khususnya wilayah Kecamatan Kintamani. Setidaknya enam desa di Kintamani terpapar abu vulkanik, yang bisa merusak kebun pertanian warga.

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, Jumat (10/1), enam desa yang terpapar abu vulkanik Gunung Agung di antaranya Desa Abang Batudinding, Desa Terunyan, Desa Suter, dan Desa Abang Songan.


"Selain itu, paparan abu vulkanik juga dilaporkan di wilayah Kintamani Barat, tepatnya di Desa Bantang dan Desa Kembang Sari," ujar Kasi Kedaruratan Bencana dan Logistik BPBD Bangli, I Ketut Agus Sutapa, kemarin.

Wilayah Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding, serta Dusun Dalem, Desa Abang Songan, termasuk cukup parah. Dua wilayah ini terpapar abu vulkanik cukup tebal. Sedang desa lainnya terpapar dengan intensitas tipis.

Pantauan Tribun Bali, Jumat kemarin, tampak tanaman cabai warga di Desa Abang Batudinding tertutupi abu vulkanik. Padahal tanaman cabai tersebut sudah siap panen.

Berdasarkan informasi, pada Kamis malam terjadi hujan abu di wilayah Dusun Dukuh, Desa Abang Batudinding. Material vulkanik yang berjatuhan khususnya di Dusun Dukuh, sempat membuat warga sekitar panik lantaran terdengar cukup keras dari dalam rumah warga.

Perbekel Desa Abang Batudinding, I Made Diksa, mengatakan hujan abu ditandai dengan suara gemuruh, serta benda menyerupai hujan yang terdengar dari dalam rumah. Kondisi ini tidak dipungkiri menyebabkan masyarakat sekitar panik, hingga beberapa di antaranya keluar rumah.

"Jadi tadi malam (Kamis malam) kami mendengar suara seperti hujan selama 30 menit yang dimulai dari pukul 20.40 Wita, dan berakhir pada 21.10 Wita," ujarnya. Ia menuturkan, saat terjadinya hujan abu, pihak desa telah mengimbau pada masyarakat setempat melalui pengeras suara untuk tidak keluar rumah sementara waktu.

"Sekitar jam 20.50 Wita kami berikan imbauan ke masyarakat agar tidak kelua r rumah. Andaikan akan ke luar, diimbau juga untuk mengenakan APD (alat pelindung diri) minimal masker," ujarnya.

Paparan abu vulkanik yang terasa hingga wilayah Abang Batudinding malam itu, dinilai memiliki intensitas lebih tebal dibandingkan dua dampak hujan abu pada erupsi-erupsi sebelumnya.

Menurut Made Diksa, pada dua erupsi sebelumnya, material abu cenderung lebih halus layaknya bedak ketika disentuh. Sedangkan hujan abu pada Kamis malam, terasa agak keras dan kasar.

"Terhadap hujan abu utamanya di pertanian, kami sudah mengimbau para petani untuk melakukan penyiraman lahan pertaniannya, mengingat material hujan abu lebih tebal dan keras dari paparan tahun lalu. Dikhawatirkan paparan hujan abu ini menyebabkan daun tanaman akan rontok,” ujarnya. (Dewi Agustina)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Enam Desa di Kintamani Terpapar Abu Vulkanik Gunung Agung"


Reporter: TribunNews
Editor: Yoyok
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0410 || diagnostic_web = 0.3751

Close [X]
×