Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari Bakal Kembali Terjadi di Indonesia, Kok Bisa?

Jumat, 02 September 2022 | 14:43 WIB   Penulis: Arif Budianto
Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari Bakal Kembali Terjadi di Indonesia, Kok Bisa?

ILUSTRASI. Fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari Bakal Kembali Terjadi di Indonesia, Kok Bisa?


KONTAN.CO.ID - Jakarta. Hari tanpa bayangan Matahari bakal kembali terjadi di Indonesia pada bulan September 2022 ini, kok bisa? Ini adalah fenomena yang disebut kulminasi atau transit atau istiwa. Apa itu? Yuk kita cari tahu penjelasan lengkapnya di sini.

Bulan September 2022 menandai akan kembali sebuah fenomena "Hari Tanpa Bayangan Matahari". Apa yang dimaksud dengan fenomena tersebut? Apakah fenomena "Hari Tanpa Bayangan Matahari" ini berimbas pada kenaikan suhu di permukaan Bumi?

Belum lama ini Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa yang merupakan bagian dari BRIN membagikan informasi terkait fenomena tersebut melalui laman sosial media resminya.

Dikutip dari akun Instagram resmi (@lapan_ri), Andi Pangerang sebagai peneliti menjelaskan tentang fenomena Hari Tanpa Bayangan ini. 

Seperti yang kita ketahui, Indonesia terbentang dari 6Lintang Utara (LU) hingga 11Lintang Selatan (LS) dan membelah garis khatulistiwa (0o).

Oleh sebab itu, letak geografis yang seperti ini membuat Matahari akan berada di atas Indonesia ketika tengah hari pada pekan kedua bulan September hingga pekan ketiga Oktober 2022.

Baca Juga: September 2022 Ada Fenomena Langit Apa Saja? Penampakan Jupiter hingga Harvest Moon

Sistem tata surya

Hal tersebut dikarenakan nilai deklinasi Matahari bervariasi antara +6hingga  -11(6LU hingga 11LS) sejak pekan  kedua bulan September hingga pekan ketiga bulan Oktober.

Sebagai informasi tambahan, dekinlasi adalah sudut apit antara litnasan semu harian Matahari dengan  proyeksi ekuator Bumi pada bola langit (disebut juga ekuator langit).

Dengan nilai deklinasi Matahari sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia, maka Matahari akan berada tepat di atas kepala kita saat tengah hari atau siang hari.

Ketika Matahari berada di atas Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari, sehingga fenomena ini disebut sebagai Hari Tanpa Bayangan Matahari.

Ini merupakan fenomena Hari Tanpa Bayangan Matahari yang kedua di Indonesia. Sebelumnya juga sempat terjadi pada bulan Februari hingga Maret 2022 lalu.

Fenomena ini secara teknis merupakan hari di mana Matahari transit atau kulminasi, yaitu ketika Matahari berada posisi yang tepat di atas kepala saat tengah hari.

Hal ini terjadi dengan waktu yang beragam tergantung pada lokasi geografis di mana kita berada. Ketika Matahari berada tepat tegak lurus di atas kita, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tak berongga saat tengah hari.

Itulah mengapa fenomena ini dijuluki Hari Tanpa Bayangan.

Baca Juga: Planet Jupiter dan Bumi akan Berdekatan pada September, Disebut Fenomena Apa?

Apakah fenomena ini memiliki dampak langsung terhadap makhluk hidup di Bumi?

Kabar baiknya, fenomena ini tidak memiliki dampak langsung terhadap makhluk hidup dan tidak juga mempengaruhi kenaikan suhu di permukaan Bumi.

Hal tersebut karena Bumi memiliki lapisan atmosfer yang mempengaruhinya. 

Menurut laporan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN, Andi Pangerang menambahkan bahwa mulai tanggal 7 September hingga 21 Oktober 2022, beberapa wilayah Indonesia akan mengalami fenomena tersebut.

Dimulai dari wilayah Sabang pada 7 September hingga pulau Rote pada 21 Oktober 2022. Waktu berlangsungnya Hari Tanpa Bayangan Matahari pun beragam, namun umumnya terjadi pada tengah hari.

Bagaimana? Apakah Anda tertarik untuk melihat secara langsung fenomena Hari Tanpa Bayangan ini?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Arif Budianto

Terbaru