kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,38   17,24   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Ganjar: Jawa Tengah belum akan lakukan PSBB seperti Jakarta


Rabu, 08 April 2020 / 12:26 WIB
Ganjar: Jawa Tengah belum akan lakukan PSBB seperti Jakarta
ILUSTRASI. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen (kanan) dan Kepala Dinas Kesehatan, Yulianto Prabowo (kiri) mengumumkan satu pasien baru positif corona di Kota Semarang dan satu PDP meninggal di Moewardi. Pasien yang meni

Reporter: Andy Dwijayanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum akan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang akan dilakukan di DKI Jakarta mulai akhir pekan ini.

Sesuai PP Nomor 21 tahun 2020, dan Pasal 1 Permenkes RI Nomor 9 Tahun 2020, PSBB Dilakukan dalam rangka percepatan penanganan Covid-19.

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah menyebut belum akan melakukan PSBB di wilayahnya, hal ini karena social distancing maupun physical distancing sudah berjalan cukup baik.

Baca Juga: Empat aturan PSBB Jakarta yang wajib diikuti dunia usaha

Untuk melakukan PSBB pihaknya juga akan mengikuti perkembangan secara kuantitatif untuk membuat formulasi dengan pakar sebelum melakukan hal tersebut.

“Kami minta para pakar dan ahli kesehatan membantu Pemprov Jawa Tengah baik dari dokter, akademisi dari Undip, Universitas Soegijapranoto hingga IDI untuk menghitung formulanya. Apakah setiap kasus di kabupaten atau kecamatan harus dibatasi sehingga formulanya tepat,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (8/4).

Lain bila di wilayahnya terjadi outbreak covid-19 maka Ia akan segera mengambil langkah PSBB, tetapi sejauh ini yang terjadi di Jawa Tengah belum masuk dalam kategori outbreak. Pun saat ini, dirinya menyampaikan masyarakat Jawa Tengah juga telah membatasi kegiatan di luar rumah selama pandemi Covid-19.

“PSBB itu kan belajar dan bekerja di rumah kami sudah lakukan, juga pembatasan transportasi itu juga sudah jadi sebenarnya sudah banyak yang kami lakukan. Sehingga Permenkes tentang PSBB ini bisa menjadi guidance buat daerah dan untuk evaluasi kondisi hari ini, makanya saya siapkan tetapi tidak mau latah ikut-ikutan,” lanjutnya.

Baca Juga: Ada PSBB di Jakarta, transportasi umum hanya boleh beroperasi sampai pukul 18.00 WIB

Sampai dengan siang hari ini (8/4), berdasarkan data di lama Covid19.go.id sebanyak 133 kasus positif ditemukan di Jawa Tengah dengan 14 orang dinyatakan sembuh dan 22 orang meninggal dunia.

Jumlah positif Covid-19 di Jawa Tengah saat ini merupakan yang terendah di Pulau Jawa. Jika dibandingkan dengan DKI Jakarta terkonfirmasi 1.369 kasus positif, Jawa Barat 343 kasus positif, Jawa Timur 194 kasus positif dan Banten 194 kasus positif.



TERBARU

[X]
×