kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45696,34   -33,40   -4.58%
  • EMAS946.000 -1,77%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Gelar demo di depan Istana, ini tiga tuntutan pengemudi ojek online


Rabu, 15 Januari 2020 / 19:30 WIB
Gelar demo di depan Istana, ini tiga tuntutan pengemudi ojek online
ILUSTRASI. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) melakukan jalan kaki menuju gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta, Rabu (15/01).

Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Transportasi Roda Dua (Garda) menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (15/1).

Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, pengemudi ojol menuntut tiga hal kepada pemerintah. Pertama, masalah tarif.

Menurut Igun, saat ini tarif ojek daring sama di setiap daerah. "Kami ingia setiap daerah beda tarif. Misalnya, daerah Sumatra beda dengan Jakarta. Karena pendapatan semua daerah beda-beda," ujar Igun.

Baca Juga: Ini tanggapan manajemen Gojek soal para driver yang mengancam demo besok

Kedua, pengemudi ojol menuntut payung hukum atau legalitas. Sebab, selama ini keberadaan ojol hanya dalam bentuk kebijakan tanpa ada undang-undang yang tertulis.

"Jadi, kami mendorong pemerintah segera melegalkan ojol sebagai transportasi publik. Sehingga kami tidak bisa begitu saja dikeluarkan (diberhentikan) tanpa ada perjanjian," kata Igun.




TERBARU

Close [X]
×