Gunung Semeru Meluncurkan Awan Panas Sejauh 3 Kilometer

Minggu, 19 Desember 2021 | 13:18 WIB Sumber: Kompas.com
Gunung Semeru Meluncurkan Awan Panas Sejauh 3 Kilometer

ILUSTRASI. Kepulan awan panas guguran Gunung Semeru terlihat dari Desa Sumber Mujur, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (16/12/2021).

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Gunung Semeru kembali luncurkan awan panas guguran (APG) Minggu (19/12) pagi ini. Hal itu dikonfirmasi oleh Koordinator Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi, dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kristianto.

"Erupsi Semeru berupa Awan Panas Guguran, tanggal 19 Desember 2021 pukul 05:31 WIB," kata Kristianto kepada Kompas.com, Minggu (19/12). Erupsi pagi ini juga tercatat di seismogram dengan amplitudo maksimum 20 milimeter dan lama gempa 720 detik.

Kristianto menjelaskan, jalak luncur awan panas sejauh 3 kilometer dari tengah lidah lava atau 1.500 meter dari puncak dan mengarah ke Besuk Kobokan. "Masih arah yang sama ke Besuk Kobokan," jelas dia.

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa status Gunung Semeru masih Siaga Level III sejak 16 Desember 2021. Naiknya status Gunung Semeru dipengaruhi peningkatan aktivitas Gunung Semeru yang masih tinggi dan telah terjadi peningkatan jarak luncur awan panas guguran serta aliran lava.

Baca Juga: Gunung Merapi keluarkan awan panas guguran, jarak luncur 2.000 meter

Hingga pencarian resmi ditutup pada Kamis (16/12), sebanyak 36 korban erupsi Gunung Semeru masih belum ditemukan. Operasi pencarian korban telah ditutup usai 13 hari berlangsung dan melalui dua kali perpanjangan. Sesuai Standard Operating Procedure (SOP), pencarian digelar selama tujuh hari dan dapat diperpanjang maksimal dua kali.

Selama proses pencarian para korban dari 4-16 Desember 2021, ada sekitar 350 orang yang terlibat. Tim SAR gabungan tersebut berhasil mengevakuasi 48 jenazah. Selain itu, petugas juga menemukan lima paket potongan tubuh diduga milik korban erupsi Gunung Semeru.

Baca Juga: Hingga hari ini, tercatat 45 orang meninggal akibat erupsi Gunung Semeru

Sementara warga yang mengalami luka ringan sebanyak 82 orang, 18 orang luka berat, dan 9 orang meninggal dunia di rumah sakit. Meski operasi SAR sudah ditutup, tim gabungan tak menutup kemungkinan untuk kembali membuka operasi SAR jika tanda-tanda penemuan korban.

Diketahui, erupsi besar Gunung Semeru terjadi pada 4 Desember 2021. Ahli Vulkanologi Surono atau akrab disapa Mbah Rono sebelumnya mengingatkan, potensi paling bahaya dari Gunung Semeru adalah awan panas guguran. Untuk itu, ia meminta agar masyarakat yang beraktivitas atau tinggal di sekitar sungai yang berhulu di Semeru, untuk berhati-hati dan waspada.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 3 Kilometer.
Penulis: Ahmad Naufal Dzulfaroh
Editor: Sari Hardiyanto

Baca Juga: Warga terdampak erupsi Gunung Semeru tersebar di 115 titik pos pengungsian

Selanjutnya: Unilever Indonesia Rayakan 88 Tahun Komitmen dan Kolaborasi dalam Wujudkan Kebaikan

Editor: Wahyu T.Rahmawati
Terbaru