Harga Kebutuhan Pokok Melambung, Kenaikan Tarif KRL Dikaji Ulang

Minggu, 15 Mei 2022 | 07:51 WIB   Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Harga Kebutuhan Pokok Melambung, Kenaikan Tarif KRL Dikaji Ulang

ILUSTRASI. Sejumlah penumpang KRL Commuter Line melewati gerbang tiket elektronik di Stasiun Bogor, Jawa Barat, Senin (9/5/2022).


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasca momen Lebaran 2022, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengkaji ulang rencana kenaikan tarif KRL Jabodetabek.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan menaikan tarif KRL Jabodetabek dalam waktu dekat. Kendati sebelumnya Kemenhub telah membuat kajian tentang penyesuaian tarif KRL Jabodetabek dan direncanakan berlaku pada April 2022.

"Kami aja melakukan kajian ulang usai masa mudik Lebaran 2022 ini. Mengingat terjadi juga kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok yang mempengaruhi daya beli masyarakat," kata Adita, Jumat (13/05).

Baca Juga: LRT Jabodebek Bakal Resmi Beroperasi Desember 2022

Seperti diketahui, wacana kenaikan ini mencuat pada awal 2022. Kemenhub berencana menaikkan tarif KRL dari Rp 3.000 menjadi Rp 5.000 per 25 kilometer pertama. Untuk saat ini Kemenhub masih mengkaji ulang dan mempertimbangkan waktu yang tepat terkait rencana kenaikan tarif KRL.

"Meski begitu, kami tidak akan melakukan penyesuaian tarif perjalanan KRL Jabodetabek dalam waktu dekat ini," imbuh Adita. 

Baca Juga: Libur Lebaran, KAI Menolak 707 Pelanggan Keberangkatan yang Belum Divaksin

Menurut dia, Kemenhub akan segera menyampaikan ke masyarakat apabila ada penyesuaian tarif. "Namun, untuk penerapannya akan mempertimbangkan berbagai kondisi yang berkembang saat ini," pungkasnya.

Penulis: Hari Darmawan | Editor: Muhammad Zulfikar

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Harga Kebutuhan Pokok Melambung, Kenaikan Tarif KRL Dikaji Ulang.
Penulis: Muhdany Yusuf Laksono

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Wahyu T.Rahmawati

Terbaru