kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45689,38   17,24   2.56%
  • EMAS917.000 0,11%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Heboh laut Lampung menyala biru di malam hari dan berbusa di siang hari, ada apa?


Senin, 30 Desember 2019 / 12:13 WIB
Heboh laut Lampung menyala biru di malam hari dan berbusa di siang hari, ada apa?
ILUSTRASI. Laut di Lampung. (KONTAN, Ferrika)

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - LAMPUNG. Warga Lampung sempat dihebohkan dengan fenomena air laut yang menyala biru saat malam hari baru-baru ini. Beberapa hari kemudian, fenomena tersebut diikuti munculnya busa pada siang hari.

Terkait fenomena tersebut Kompas.com menghubungi Hardian Sy. Prayitno selaku Kasi Pengendalian Penangkapan Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung. Pihaknya pun membenarkan adanya fenomena laut berwana biru pada malam hari di Perairan Pesisir Barat Lampung tersebut.
“Betul (terjadi, Red),” ujarnya, Sabtu (28/12/2019).

Terkait peristiwa itu, Hardian menyampaikan tim ahli Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung sudah melakukan penelitian. “Hasilnya fenomena tersebut terjadi akibat peningkatan populasi plankton yang masif,” kata dia.

Jenis plankton Hardian menyebut cahaya biru yang muncul berasal dari plankton jenis Gonyaulax sp. “Gonyaulax sp termasuk dalam bioluminescence. Sifat bioluminescence itu memancarkan cahaya di air laut,” terangnya.

Ia mengatakan kejadian tersebut tidak berbahaya lantaran belum adanya deteksi racun dari plankton tersebut. Hardian mengatakan, awalnya laut menimbulkan cahaya yang berlangsung selama 3 sampai 4 hari. “Setelah itu menimbulkan busa. Busa ini adalah akumulasi dari kotoran-kotoran plankton yang drop atau mati,” kata Hardian.

Adapun untuk kemunculan busa juga disebutnya tidak berbahaya. Fenomena yang terjadi di hampir semua perairan pesisir barat ini, imbuhnya baru kali pertama terjadi. Kejadian tersebut berlangsung sekitar 17-21 Desember 2019, di mana laut menyala biru dan berubah berbusa di siang hari pada 22 dan 23 Desember 2019.

Salah satu dampak langsung akibat fenomena di Pantai Labuan Jukung tersebut yakni pengunjung semakin ramai lantaran penasaran dengan fenomena yang terjadi.
Berdasarkan informasi nelayan-nelayan pesisir barat yang didapatkan Hardian, fenomena munculnya cahaya biru di laut umumnya terjadi sesudah kemarau panjang.
“Kapal lewat atau jaring biasanya air langsung bersinar. Dan ya ikan akan sulit. Mereka para nelayan menyebutnya kalimayi,” jelasnya.

Meski hal itu bukan hal baru akan tetapi Hardian menyampaikan untuk cahaya terang yang muncul dalam cakupan wilayah yang luas dan sampai munculnya busa, baru kali ini terjadi. “Ya mereka kalau malam bersinar cahaya biru. Kalau siang warnanya agak kecoklatan agak butek gitu,” katanya.

Namun saat ini, fenomena tersebut sudah tidak ada lagi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Laut Lampung Menyala Biru di Malam Hari dan Berbusa di Siang Hari, Ada Apa?"
Penulis : Nur Rohmi Aida
Editor : Sari Hardiyanto



TERBARU

[X]
×