Hore, bansos tahap II Provinsi Jabar akan disalurkan mulai besok

Rabu, 08 Juli 2020 | 09:55 WIB   Reporter: Rahma Anjaeni
Hore, bansos tahap II Provinsi Jabar akan disalurkan mulai besok

ILUSTRASI. Warga Bandung antre


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bantuan sosial (bansos) Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahap II akan mulai disalurkan pada Kamis (9/7) besok. Saat ini, semua persiapan penyaluran bansos tahap II intens dimatangkan dan dituntaskan, termasuk data penerima bansos yang sudah divalidasi dan dipadankan.

Tujuannya tentu agar penyaluran bansos bisa tepat sasaran dan berkeadilan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jabar Dodo Suhendar menyatakan, Pemprov sangat berhati-hati agar data penerima bansos tahap II bisa lebih akurat. Ia juga aktif berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti Ombudsman, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Baca Juga: Ada wabah corona, belanja pelayanan umum di tahun 2020 melonjak hingga 218,2%

Menurut Dodo, terdapat 27 tahap cleansing data penerima bansos di Pemprov Jabar. Mulai dari menyinkronkan kode kabupaten/kota, memastikan NIK valid, memeriksa pekerjaan, sampai mengecek nama dan alamat penerima bansos. Banyaknya tahapan cleansing data membuat data penerima bansos bisa semakin akurat.

Pemprov Jabar pun berkolaborasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk memadankan data penerima bansos, baik data Keluarga Rumah Tangga Sasaran (KRTS), Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), maupun KRTS non DTKS.

"Data penerima bansos tahap II sudah sesuai administrasi, tidak menerima lebih dari satu bantuan, dan KRTS yang sudah menerima tahap I. Saat ini, data kami lebih akurat dan kami pun lebih yakin karena saat proses pendataan kami berdiskusi dengan Ombudsman, minta review kepada BPKP," ujar Dodo di dalam keterangan tertulis yang diterima Kontan.co.id, Rabu (8/7).

Bansos Provinsi Jawa Barat senilai Rp 500.000, merupakan satu dari delapan bantuan bagi warga terdampak pandemi. Selain bansos provinsi, ada pula bansos Kartu Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, bansos presiden untuk perantau di Jabodetabek, Dana Desa, Kartu Prakerja, bantuan tunai Kementerian Sosial, dan bansos kabupaten/kota.

"Bagi mereka yang betul-betul belum terdaftar dan merasa berhak, silakan untuk ke RW dan mengusulkan lewat Sapa Warga untuk tahap III. RW sendiri akan mengecek, benar-benar layak atau tidak. Tahap kedua ini diharapkan sudah tidak ada lagi terlewat," ucapnya.

Ketua Tim Penyaluran Bansos Provinsi Jabar Dudi Sudradjat Abdurachim menambahkan, distribusi bansos tahap II ditargetkan selesai dalam 14 hari.

Baca Juga: Sebanyak 71.065 desa sudah salurkan BLT dana desa

"Kami prioritaskan penyaluran di daerah dengan jumlah KRTS yang banyak dan wilayah yang luas. Penyaluran bansos ditargetkan bisa mencapai 110.000 paket," kata Dudi.

Dudi mengatakan, pihaknya juga telah menetapkan jumlah KRTS DTKS dan Non-DTKS. Sementara itu, KRTS DTKS tahap II yang berjumlah 232.684 Kepala Keluarga (KK) sedang dalam proses pengalihan ke Kemensos.

Jika pengalihan selesai, KRTS DTKS tahap II akan mendapat bantuan dari Kemensos. Adapun KRTS Non-DTKS yang akan mendapatkan bansos provinsi sebanyak 1.392.407 KK.

Hasil evaluasi distribusi bansos tahap I, kata Dudi, menjadi pertimbangan gugus tugas provinsi untuk penyaluran tahap II. Salah satunya mengganti komoditas telur dengan susu dan masker kain. Dengan begitu, ia berharap distribusi bansos tahap II akan berjalan lebih optimal.

"Kami lagi ajukan ke Kemensos. Persyaratannya, kabupaten/kota harus mengisi data kebutuhan mereka. Kemarin baru 5 kab/kota yang mengisi. Jika sudah mengisi, Kemensos siap membantu untuk memenuhi KRTS DTKS. Kami harap masyarakat ikut serta menyukseskan penyaluran bansos tahap II" tandas Dudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru