Hujan Meteor Minor Coma Berenicid Puncaknya Terjadi Hari Ini (17 Desember 2021)

Jumat, 17 Desember 2021 | 11:27 WIB   Penulis: Arif Budianto
Hujan Meteor Minor Coma Berenicid Puncaknya Terjadi Hari Ini (17 Desember 2021)

ILUSTRASI. Hujan Meteor Minor Coma Berenicid Puncaknya Terjadi Hari Ini (17 Desember 2021)

KONTAN.CO.ID - Fenomena hujan meteor minor Coma Berenicid terjadi menjelang akhir pekan ini (17/12/2021). Hujan meteor ini dapat dilihat di seluruh wilayah Indonesia dengan intensitas hingga 3 meteor/jam.

Apakah Anda ingin berburu pemandangan meteor di langit menjelang akhir pekan ini?

Lagi, fenomena hujan meteor terjadi di bulan Desember 2021 ini. Kali ini giliran hujan meteor minor Coma Berenicid yang terjadi sejak pukul 00:15 waktu setempat. 

Mengutip dari laman Edukasi Sains Antariksa LAPAN, Coma Berenicid merupakan hujan meteor yang titik radian (titik asal kemunculannya) berada di dekat bintang Beta Leonis (Denebola/Asarfa) konstelasi Leo yang berbatasan dengan konstelasi Coma Berenices. 

Hujan meteor yang satu ini sumbernya berasal dari sisa debu benda langit yang tidak diketahui. Eksistensi hujan meteor ini pertama kali ditemukan oleh RIchard Eugene McCrosky dan A. Posen tahun 1959 lalu.

Kabar baiknya, hujan meteor ini dapat disaksikan di wilayah Indonesia. Menurut LAPAN, hujan meteor ini dapat disaksikan sejak pukul 00:15 waktu setempat hingga keesokan harinya saat akhir fajar bahari (25 menit sebelum Matahari).

Hujan meteor Coma Berenicid akan muncul dari arah Timur hingga Timur Laut (untuk pengamat di belahan utara). Sementara itu, bila pengamat berada di belahan Selatan, meteor akan muncul dari arah Utara.

Baca Juga: Parker Solar Probe NASA Menjadi Pesawat Luang Angkasa yang Menyentuh Matahari

ILUSTRASI: Hujan meteor

Intensitas hujan meteor Coma Berenicid berkisar 2,6 sampai 2,9 meteor/jam dari wilayah Sabang hingga Pulau Rote. Perbedaan ini dikarenakan titik radian berkulminasi pada ketinggian 58,8 - 77,4 derajat arah utara.

Sementara itu, intensitas hujan meteor saat di zenit (titik di angkasa yang berada persis di atas pengamat) sebesar 3 meteor/jam.

Baca Juga: Baru-baru ini asteroid paling berisiko telah ditemukan, apakah berbahaya bagi Bumi?

Untuk melihat hujan meteor ini, Anda dapat menuju ke tempat yang sekiranya bebas dari penghalang maupun polusi cahaya di sekitar medan pandang. Bila cuaca cerah, hujan meteor ini dapat disaksikan dengan mudah.

Selain hujan meteor Coma Berenicid, fenomena astronomis lainnya juga sedang berlangsung. Di mana Bulan berkonjungsi dengan Gugus Pleiades (Messier 44) di konstelasi Tauraus (16-17 Desember 2021).

Di hari berkitnya (18-19 Desember 2021), bakal terjadi fenomena Bulan Purnama Mikro. Ini merupakan fase Bulan Purnama yang waktu kejadiannya berdekatan dengan Apoge Bulan.

Apoge Bulan berarti fenomena di mana Bulan berada pada posisi atau titik terjauh dari Bumi. 

Bagaimana? Apakah Anda sudah bersiap untuk menyaksikan fenomena astronomi yang terjadi hari ini dan hari selanjutnya?

Selanjutnya: Unilever Indonesia Rayakan 88 Tahun Komitmen dan Kolaborasi dalam Wujudkan Kebaikan

Editor: Arif Budianto
Terbaru