JAKARTA. Bank Indonesia memperediksi inflasi Provinsi Bengkulu untuk triwulan III-2015 sekitar 10,2% terhadap periode yang sama tahun lalu (year on year). Padahal, dari kajian sebelumnya, otoritas moneter ini memperkirakan inflasi Bengkulu Juli-September tahun ini maksimal 8,8%.
Berdasarkan data BI, inflasi Bengkulu kuartal II dan kuartal I masing-masing 9,9% dan 7,65%. Pada periode kuartal II, kenaikan inflasi merupakan dampak koreksi harga BBM pada akhir Maret dan pergeseran periode Ramadhan.
Deputi Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Christin Sidabutar mengatakan, proyeksi inflasi menembus 10% itu merupakan kalkulasi teknis semata, bukan mejelaskan kondisi inflasi riil tahun 2015.
Pergerakan inflasi setiap bulan, menurut Christine, masih dalam kisaran 0,2%-0,9%. "Hanya pada Agustus 2015 yang di luar prediksi kita, yaitu inflasi bulanan sampai 1,9%," kata dia di Bengkulu pada Antara.
Di kuartal IV, Christine memperkirakan, inflasi di provinsi termiskin di Sumatera ini akan mulai mereda. Namun, berdasarkan data BI, di akhir kuartal IV-2014, inflasi Bengkulu mencapai 10,85%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News