Peristiwa

Infrastruktur Jalan Nagan Raya Aceh Ditargetkan Rampung November

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:49 WIB
Infrastruktur Jalan Nagan Raya Aceh Ditargetkan Rampung November

ILUSTRASI. Pembersihan material longsor susulan di Aceh Tengah (ANTARA/ARNAS PADDA)


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk  | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pembangunan box culvert senilai Rp 4,1 miliar dan dinding penahan tanah (DPT) senilai Rp 3,2 miliar di Kabupaten Nagan Ray, Aceh,  ditargetkan rampung pada November 2026.

Didanai APBN, kedua proyek ini bertujuan memperlancar aliran air, mencegah longsor susulan, dan menjaga akses jalan masyarakat tetap berfungsi saat banjir maupun aliran debris kembali terjadi.

Seperti diketahui, bencana hidrometeorologi pada November 2025 menyebabkan material longsor dan debris setinggi 50 sentimeter menutup jalan di Nagan Raya, hingga tak bisa dilalui. Untuk memulihkan sekaligus mengantisipasi kejadian serupa, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh membangun saluran air berkapasitas lebih besar dan dinding penahan tanah.

Ketua Tim Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pusat (Satgas PRRP) Kementerian Dalam Negeri Imran, telah meninjau proyek pembangunan box culvert tersebut. Saluran beton pracetak bertulang itu disebut telah mencapai progres 40,27% per 2 Oktober 2026. 

Baca Juga: Satgas PRR Kawal Kualitas Pembangunan Hunian Tetap di Bener Meriah Aceh

Sementara pemasangan kotak beton telah rampung, sementara pekerjaan berlanjut pada pengecoran lantai dan pemasangan bronjong untuk menampung aliran air sebelum disalurkan ke dalam saluran.

Staf Tata Usaha PPK 2.7 Provinsi Aceh, Rizaldi, menjelaskan, box culvert berfungsi menampung dan mengalirkan air dari bagian atas melalui saluran keluar (outlet) agar tidak mengganggu jalan. 

“Kalau sistem pengairan cuma bentuk beton tangkapan air saja yang dari atas, bisa diarahkan langsung ke dalam box, sehingga tidak mengganggu fasilitas jalan umum,” kata Rizaldi salam keterangannya, Rabu (21/10/2026).

Baca Juga: Respons Menteri PU Setelah Viral Warga Patungan Perbaiki Jalan Emang-Emang di Aceh

Infrastruktur yang sebelumnya berukuran 2 x 2 meter itu diperbesar menjadi 8 x 3 meter untuk menampung debit air lebih besar, termasuk saat banjir dan aliran debris. Pembangunan box culvert dimulai pada Juni 2026 dengan anggaran sekitar Rp 4,1 miliar dari APBN. 

Di dekat lokasi yang sama, BPJN Aceh membangun dinding penahan tanah (DPT) untuk mencegah longsoran akibat aliran air dari bagian atas. Struktur berukuran tinggi 5 meter, lebar 3 meter, dan panjang sekitar 30 meter itu mencatat progres 39,9% per 2 Oktober 2026.

Dimulai pada Juli 2026, pembangunan DPT menelan anggaran sekitar Rp 3,2 miliar dari APBN dan ditargetkan rampung pada akhir November. Setelah struktur selesai, pekerjaan dilanjutkan dengan penimbunan tanah di belakang tembok dan pengaspalan jalan.

Rizaldi mengatakan, pekerjaan sejauh ini tidak menghadapi kendala berarti. Seluruh pembangunan juga dilakukan di dalam ruang milik jalan yang tersedia sehingga tidak mengubah lebar jalan maupun memerlukan pembebasan lahan warga. Kedua proyek tersebut diharapkan memulihkan akses jalan sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat banjir, aliran debris, dan longsor susulan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru