Peristiwa

Ini 10 daerah dengan hari tanpa hujan terlama

Rabu, 26 Agustus 2020 | 10:22 WIB   Reporter: Virdita Rizki Ratriani
Ini 10 daerah dengan hari tanpa hujan terlama

ILUSTRASI. Seorang anak bermain di lahan sawah yang mengalami kekeringan di Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (6/8/2020). Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengindikasi potensi kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Indonesia


KONTAN.CO.ID - Indonesia saat ini telah memasuki puncak musim kemarau. 

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melakukan monitoring Hari Tanpa Hujan (Deret Hari Kering) dari 3.146 pos pengamatan hujan di Indonesia.

Periode pengamatan didasarkan pada tanggal updating dan dianalisis ke belakang sampai dengan didapat hari hujan. Data yang digunakan adalah data CMSS.

Hari tanpa hujan berturut-turut dihitung dari hari terakhir pengamatan, jika hari terakhir tidak hujan, maka dihitung sesuai dengan kriteria. 

Hasilnya, terdapat 10 wilayah di Indonesia dengan hari tanpa hujan terlama. 

Di posisi pertama adalah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur dengan hari tanpa hujan terlama di Indonesia yakni selama 111 hari atau lebih dari 3 bulan. 

Sementara, provinsi yang mengalami kekeringan hingga lebih dari 60 hari yakni Jawa Timur, DIY, Bali, NTT, dan NTB.

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jabodetabek cerah dan cerah berawan, Bogor hujan lokal

10 wilayah hari tanpa hujan terlama 

Dikutip dari akun Instagram dan Twitter resmi BMKG, berikut daftar 10 daerah dengan hari tanpa hujan terlama di Indonesia dengan update data 20 Agustus 2020:

1. Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur: 111 hari. 

2. Belu, Nusa Tenggara Timur: 93 hari. 

3. Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur: 92 hari. 

4. Kupang, Nusa Tenggara Timur: 92 hari. 

5. Dompu, Nusa Tenggara Barat: 92 hari. 

6. Sampang, Jawa Timur: 90 hari. 

7. Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur:: 89 hari. 

8. Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur: 88 hari. 

9. Sikka, Nusa Tenggara Timur: 86 hari. 

10. Bima, Nusa Tenggara Barat: 85 hari. 

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk lebih siap dan antisipatif terhadap kemungkinan dampak puncak musim kemarau terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, kebakaran hutan dan lahan, dan ketersediaan air bersih. 

Sekaligus antisipatif terhadap potensi curah hujan tinggi di beberapa wilayah. 

Baca Juga: Cuaca hari ini di Jawa Bali, Surabaya cerah dan Bandung cerah berawan

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru