Ini sederet manfaat daun pandan sebagai obat herbal

Rabu, 13 Januari 2021 | 09:55 WIB   Reporter: Tri Sulistiowati
Ini sederet manfaat daun pandan sebagai obat herbal


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Daun pandan memiliki aroma yang khas. Ini manfaat daun pandan sebagai obat herbal untuk insomnia sampai diabetes.   

Para penggemar kuliner pasti sudah tidak asing dengan daun pandan. Maklum saja, daun pandan banyak dimanfaatkan sebagai salah satu bahan masakan dan minuman seperti kolak. 

Baca Juga: 4 manfaat daun salam untuk kesehatan tubuh Anda

Daun pandan memiliki aroma dan rasa khas yang bisa membuat makanan dan minuman terasa lebih nikmat. 

Di tanah air, daun pandan cukup mudah ditemui di pasar tradisional dan pasar modern. Sedangkan, tanaman pandan banyak dibudidayakan di halaman rumah atau kebun. 

Mengutip dari Healthline, pandan merupakan tanaman tropis yang populer di sejumlah negara seperti Sri Lanka, Thailand, dan Indonesia.

Tanaman pandan memiliki daun berwarna hijau dan panjang seperti bilah. Bila disobek, daun pandan mengeluarkan aroma harum. 

Kandungan daun pandan 

Daun pandan bukanlah daun sembarangan. Daun pandan mengandung vitamin dan nutrisi yang baik untuk tubuh. 

Daun pandan mengandung vitamin A, zat besi, rendah kalori, dan kaya serat. Mengutip dari Tribunnews.com, daun pandan bersifat antibakteri dan antimikroba.

Hal inilah yang membuat daun pandan juga dimanfaatkan sebagai tanaman herbal. 

Daun pandan sebagai obat herbal 

Selain dijadikan sebagai bumbu pelengkap masakan, daun pandan juga dimanfaatkan sebagai obat herbal. 

Berikut khasiat daun pandan sebagai obat herbal. 

1. Mengobati nyeri sendi

Nyeri sendi umum diderita masyarakat tanah air. Daun pandan efektif untuk meredakan nyeri sendi. 

Khasiat daun pandan sebagai obat herbal nyeri sendi sudah tenar sejak zaman dahulu kala. 

Dalam pengobatan Ayurveda, daun pandan yang dicampur dengan minyak kelapa dioleskan ke bagian sendi yang terasa nyeri. 

Hal ini disebabkan daun pandan memiliki sifart antiinflamasi. Namun, khasiat daun pandan untuk obat nyeri sendi baru dibuktikan dalam penelitian terhadap tikus. Penelitian lanjutan masih diperlukan. 

2. Mengontrol gula darah 

Khasiat lainnya, daun pandan bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah dalam tubuh. 

Hasil penelitian yang dilakukan kepada 30 orang dewasa menunjukkan kadar gula darahnya normal dengan meminum teh daun pandan hangat. 

3. Darah tinggi 

Darah tinggi cukup banyak diderita oleh masyarakat tanah air. Seseorang yang menderita tekanan darah tinggi harus segera ditangani agar tidak memicu munculnya penyakit kronis. 

Mengutip dari Tribunews.com, daun pandan berkhasiat sebagai penurun tekanan darah. Untuk merasakan manfaatnya, Anda cukup merebus 3 gram daun pandan dengan 2-3 gelas air sampai mendidih dan menyisahkan air setengahnya. 

Anda minum ramuan herbal tersebut dua kali sehari, pagi dan malam. 

4. Menghilangkan ketombe 

Mengutip dari buku Tanaman Obat di Lingkungan Sekitar, karya dr. Setiawan Dalimartha, daun pandan efektif menghilangkan ketombe. 

Daun pandan bisa jadi solusi untuk Anda yang bermasalah dengan ketombe. Untuk membuat obat herbal daun pandan ini cukup mudah Anda haluskan daun pandan yang susah di cuci. Setelah itu, Anda usapkan daun pandan ke kulit kepala yang berketombe. 

5. Mengobati diare 

Mengutip dari situs Grid.id, daun pandan memiliki sifat antibakteri dan antimikroba yang membuatnya efektif menyembuhkan diare. 

Untuk merasakan manfaatnya Anda cukup minum air rebusan daun pandan setiap pagi dan sore hari sampai sembuh. 

6. Insomnia 

Daun pandan mengandung alkaloid yang memberikan efek menenangkan. Hal inilah yang membuat daun pandan efektif untuk mengobati insomnia Anda. 

Anda cukup rebus daun pandan lalu tambahkan satu sendok teh madu. Anda minum air rebusan daun pandan selagi hangat. 

Walaupun kaya akan manfaat, Anda sebaiknya tidak mengonsumsi daun pandan berlebihan.

Baca Juga: Cengkeh bermanfaat sebagai obat herbal untuk asam urat tinggi

Selanjutnya: Wow! Ini 4 manfaat berkumur air garam untuk kesehatan mulut dan tenggorokan

 

 

Editor: Tri Sulistiowati


Terbaru