Jadi penentuan juara dunia, gelaran WSBK di Mandalika terapkan prokes berbasis CHSE

Rabu, 17 November 2021 | 22:41 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Jadi penentuan juara dunia, gelaran WSBK di Mandalika terapkan prokes berbasis CHSE

ILUSTRASI. Foto udara pekerja menyelesaikan pengecatan ornamen Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika, Kecamatan Pujut, Praya, Lombok Tengah, NTB, Jumat (5/11/2021). ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hanya dalam hitungan hari, Mandalika International Street Circuit  akan menjadi saksi sejarah juara World Superbike pada seri terakhir balap motor bergengsi itu. 

Untuk menggelar perhelatan akbar tersebut, Indonesia sebagai tuan rumah telah melakukan berbagai persiapan, termasuk menerapkan protokol kesehatan berbasis Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE). 

CHSE ini sendiri merupakan protokol  kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan yang dikeluarkan  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020, serta panduan yang telah ditetapkan oleh WHO (World Health Organization) maupun WTTC (World Travel & Tourism Council) dalam rangka pencegahan dan penanganan COVID-19. 

Baca Juga: Apa kata Menteri BUMN Erick Thohir soal penyelenggaraan Formula E?

Selain menerapkan  CHSE, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah juga  terus berupaya  mempercepat vaksinasi hingga mencapai 70 persen  sebagaimana syarat menyelenggarakan ajang balap internasional seperti WSBK. 

Hal ini juga diperkuat dengan dukungan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin yang telah mematangkan skema protokol kesehatan selama event berlangsung dan memastikan  seluruh pihak yang terlibat di ajang WSBK harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi dan menerapkan protokol kesehatan yang disiapkan panitia.

Secara terpisah, Direktur Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementrian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkari, menyampaikan bahwa penerapan CHSE di kawasan wisata sudah menjadi kebutuhan wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru. 

"Penerapan CHSE di kawasan KEK Mandalika juga merupakan implementasi aspek kesehatan dan keselamatan pada setiap destinasi wisata agar wisatawan merasa aman dan nyaman," kata Septriana dalam keterangannya, Rabu (17/11).

 

Selanjutnya: Anggota Komisi IX nilai kenaikan UMP 2022 tak bisa cukupi kebutuhan hidup buruh

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru