Jakarta Industrial Estate Pulogadung salurkan dana program kemitraan ke UMKM

Jumat, 15 Oktober 2021 | 19:02 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Jakarta Industrial Estate Pulogadung salurkan dana program kemitraan ke UMKM

ILUSTRASI. PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung salurkan dana program kemitraan ke UMKM, di Jakarta, Jumat (15/10/2021).

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Manajemen PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) menyalurkan dana program kemitraan tahap satu kepada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di sekitar Kawasan Industri Pulogadung sebesar Rp 180 juta pada hari Jumat (15/10) bertempat di Gedung Graha Daya Guna PT JIEP, Jakarta Timur.

Corporate Secretary PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, Purwati, menjelaskan bahwa program kemitraan adalah bentuk dukungan terhadap usaha skala mikro kecil dan menengah dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha.

Adapun bantuan dana PUMK yang diberikan manajemen PT JIEP merupakan dukungan korporasi terhadap dunia usaha khususnya di wilayah operasi PT JIEP di Kecamatan Cakung Jakarta Timur.

“Kami berharap dengan adanya Program Kemitraan PT JIEP dapat membantu dan menjadi langkah awal UMKM untuk bangkit dan naik kelas,"ujarnya dalam siaran pers, Jumat (15/10).

Baca Juga: Respons dugaan korupsi pengandaan masker medis di Banten, ini kata Menkes

Sementara itu, AVP Corporate Image Communication CSR PT JIEP, Galih Geraldi Primayana, menambahkan selama lima tahun belakangan manajemen PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung telah menyalurkan dana program kemitraan kepada pelaku UMKM sebesar Rp 8,2 miliar dengan total jumlah mitra binaan mencapai 200 orang lebih. 

Ia mengatakan, manajemen PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung berkomitmen untuk terus memberikan manfaat kepada pelaku UMKM melalui program dana kemitraan yang setiap tahunnya diambil dari dana bergulir. 

"Ke depannya selain memberikan modal usaha, kami akan fokus kepada program pelatihan UMKM agar para mitra binaan PT JIEP dapat menjadi pelaku UMKM yang naik kelas baik secara pendapatan maupun keterampilan usaha,” ujarnya.

Selanjutnya: Kimia Farma (KAEF) targetkan kurangi impor bahan baku obat dari China hingga 15%

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru