Jakarta Terancam Gelombang Ketiga Covid-19, Simak Cara Mencegah Omicron

Selasa, 11 Januari 2022 | 08:15 WIB Sumber: WHO,Kompas.com
Jakarta Terancam Gelombang Ketiga Covid-19, Simak Cara Mencegah Omicron

ILUSTRASI. Jakarta Terancam Gelombang Ketiga Covid-19, Simak Cara Mencegah Omicron

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Peningkatan kasus Covid-19 Omicron di Jakarta terus terjadi pada Januari 2022 ini. Para ahli prediksi, Jakarta berpotensi menghadapi gelombang ketiga Covid-19. Agar tidak tertular, simak cara mencegah penularan Covid-19 Omicron berikut ini.

Dilansir dari Kompas.com, Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan bahwa Jakarta berpotensi menghadapi gelombang ketiga Covid-19, apalagi dengan kasus penularan virus corona varian Omicron di tengah masyarakat. Covid-19 Omicron ini diyakini lebih cepat menular dibanding varian yang ada sebelumnya.

Epidemiolog yang akrab disapa Miko tersebut menyampaikan bahwa dengan melihat lonjakan kasus yang terjadi saat ini, bukan tidak mungkin gelombang ketiga Covid-19 akan terjadi di awal tahun 2022. Keberadaan Covid-19 Omicron, katanya mempercepat kemungkinan timbulnya gelombang ketiga tersebut. "Tanpa Omicron pun ada (potensi gelombang ketiga), apalagi dengan Omicron," tutur Miko, Senin (10/1/2022).

Prediksi gelombang ketiga Covid-19 nantinya di Jakarta

Menurut prediksi Miko, kemungkinan akan terdapat 5.000 kasus harian di Indonesia saat gelombang ketiga Covid-19 terjadi. Dari angka tersebut, DKI Jakarta bisa menyumbang sepertiga, atau sekitar 1.500-2.000 kasus per hari.

Prediksi ini dapat menjadi kenyataan apabila pemerintah pusat, khususnya Pemerintah Provinsi (Pemprov)n DKI Jakarta, tidak mengambil langkah tegas untuk menekan penularan virus Corona. Apalagi, Pemprov DKI malah justru melonggarkan aktivitas masyarakat, seperti memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah-sekolah.

Dia menyarankan agar pengetatan kembali diterapkan. "Depok saja minta (PTM) ditunda, kemudian Bogor juga minta ditunda karena statusnya turun ke PPKM Level 2, jadi menurut saya Jakarta harusnya mikir," tutur Miko.

Baca Juga: Vaksinasi Booster Dimulai Besok (12/1), Ini Harga & Efek Samping Vaksin Dosis 3

Covid-19 Omicron meluas, kasus aktif bertambah

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan penularan Omicron di Jakarta kembali mengalami peningkatan, dari sebelumnya di angka 407 kini menjadi 414. "Jadi ada 414 kasus Omicron," ujarnya saat ditemui di Balai Kota, Senin (10/1).

Kasus aktif Covid-19 di Jakarta sendiri per 10 Januari 2022 sudah mencapai 2.129, meningkat cukup tinggi dari angka 1.874 di hari sebelumnya. Angka kumulatif kasus Covid-19 di Jakarta kini sebesar 867.662 kasus, dengan rincian 851.944 pasien sembuh, 2.129 pasien dirawat, dan 13.589 meninggal dunia.

Meningkatnya kasus aktif Covid-19 di Jakarta tidak terlepas dari penularan varian Omicron yang semakin masif.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, sulit untuk mendeteksi orang yang terpapar Omicron karena gejala yang ditimbulkan cukup ringan.

Oleh karenanya, orang yang terpapar Covid-19 Omicron seringkali tidak menyadari bahwa dirinya positif dan berpotensi menularkan ke orang lain. "Kalau Omicron kan gejala mayoritas ringan, enggak menyadari. Itu susahnya Omicron," tutur Dwi.

Untuk mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19, Wakil Gubernur DKI Jakarta mengatakan, Pemprov DKI selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat dalam menyikapi perkembangan kasus. "Kami semua kepala daerah termasuk Jakarta selalu berkoordinasi menyikapi perkembangan sehari-hari Omicron, virus, vaksin dan perhatian dari Presiden luar biasa," kata Riza

Riza menuturkan, Pemprov DKI telah belajar dari lonjakan kasus Covid-19 pada Juli 2021, di mana gelombang kedua terjadi. "Belajar dari kejadian luar biasa bulan Juni-Juli tahun lalu, semua tenaga kesehatan standby, all out, fasilitas (juga disiapkan)," ucap Riza.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan pemberian dosis penguat atau vaksin booster untuk masyarakat. "Fasilitas kesehatan (tempat vaksinasi) kita ada 326 rumah sakit dan puskesmas yang ada di Jakarta, kemampuan vaksinatornya (bisa menyuntik vaksin) 10.000 per hari," tutur Riza.

Cara mencegah Covid-19 Omicron

Dilansir dari situs WHO, cara mencegah Covid-19 Omicron sama seperti kasus infeksi virus corona sebelumnya. Cara mencegah Covid-19 Omicron adalah dengan menjalankan protokol kesehatan seperti menjaga jarak. memakai masker, dan mencuci tangan menggunakan sabun / hand sanitizer.

Selain itu, untuk mencegah Covid-19 Omicron, masyarakat juga dihimbau segera mendapatkan vaksin. Vaksin Covid-19 memang tidak mencegah infeksi virus corona secara 100%.

Namun vaksin Covid-19 bisa mengurangi keparahan penyakit akibat virus corona varian Omicron maupun lainnya.

Dilansir dari Kompas.com, pakar penyakit menular Steven Gordon mengatakan bahwa masker dapat menghalangi embusan partikel virus ke udara di sekitar Anda, yang membantu mencegah penyebaran virus. Selain itu, masker juga bisa menjadi penghalang keluarnya droplet saat Anda batuk atau bersin.

"Tapi, masker kain yang seringkali terbuat dari bahan seperti kapas tidak bisa memberikan perlindungan efektif dari paparan virus yang sangat menular seperti virus Corona varian Omnicorn," ucap dia.

Untuk memberikan perlindungan terbaik dari varian Omnicorn, Anda harus memilih masker dengan tingkat filtrasi tinggi yang pas dengan wajah Anda. “Anda harus memastikan bahwa area mulut dan hidung Anda tertutupo dengan baik," ucapnya.

Baca Juga: Kasus Positif Naik Jadi 68 Orang, Ini Ciri-Ciri dan Cara Mencegah Covid-19 Omicron

Berikut rekomendasi jenis masker terbaik untuk mencegah Covid-19 varian Omnicorn:

1. N95

Rekomendasi pertama masker terbaik untuk mencegah Covid-19 Omicron adalah masker N95. Masker ini, yang digunakan dalam pengaturan perawatan kesehatan, memiliki bentuk yang sangat pas dengan wajah Anda.

Masker ini dilengkapi dengan segel logam yang dapat disesuaikan di bagian depan. Masker N95 sangat efisien dalam menyaringan udara. Jenis masker ini mampu menyaring sekitar 95 persen partikel di udara.

2. KN95

Rekomendasi kedua masker terbaik untuk mencegah Covid-19 Omicron adalah masker KN95. Masker ini juga dirancang agar pas dengan wajah Anda. Bentuk maske KN95 dapat membentuk lekukan kecil di atas mulut dan hidung Anda yang membuat Anda lebih mudah bernapas saat memakainya. Masker KN95 juga mampu menyaring sekitar 95 persen partikel di udara.

3. KF94

Rekomendasi ketiga masker terbaik untuk mencegah Covid-19 Omicron adalah masker KF94. Bentuk masker KF94 mirip dengan KN95. Jenis masker ini juga mampu menyaring sekitar 94 persen partikel di udara.

Itulah cara mencegah penularan Covid-19 Omicron. Ingat, kasus Covid-19 Omicron terus meluas dan Jakarta berpotensi mengalami gelombang ketiga serangan Covid-19. Tetap disiplin jalankan protokol kesehatan.

#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitanganpakaisabun

 

Selanjutnya: Harga Minyak Menguat Tipis pada Selasa (11/1) Pagi

Editor: Adi Wikanto
Terbaru