kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II akan dilakukan uji beban menggunakan 16 truk


Jumat, 20 September 2019 / 13:59 WIB
Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II akan dilakukan uji beban menggunakan 16 truk
ILUSTRASI. Waskita Karya Tbk (WSKT) pastikan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated

Reporter: Handoyo | Editor: Yoyok

Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). 

Pengusahaannya dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga. 

Menteri Basuki memberikan apresiasi kepada PT Jasa Marga, para kontraktor yakni PT Waskita Karya, PT ACSET dan PT Bukaka dan konsultan Tol Layang Japek II yang dapat menyelesaikan pembangunan sesuai target. 

Hal ini dikarenakan selain konstruksi layang, pekerjaannya dilakukan bersamaan dan berdekatan dengan pembangunan infrastruktur lain yakni Kereta Cepat Jakarta - Bandung, Kereta Ringan Jabodetabek (light tail transit) dilakukan di atas jalan tol eksisting yang beroperasi. 

Baca Juga: Real Estate Power fokus menyasar segmen end user

"Pekerjaan berhasil diselesaikan dengan window time yang sempit dan tidak boleh ada pekerjaan di hari Sabtu dan Minggu. Selain itu faktor Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) juga diperhatikan dengan baik sehingga bisa zero accident atau tidak ada kecelakaan kerja yang fatal. Harmonisasi juga berhasil dilakukan," kata Menteri Basuki.

Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani yang ikut dalam kunjungan tersebut mengatakan PT.Jasa Marga mengusulkan Tol Layang Japek II digunakan hanya untuk kendaraan golongan I yakni mobil kecil dan bus. 

"Secara struktur tol ini bisa dilewati seluruh golongan kendaraan, namun pertimbangannya adalah faktor safety karena masih banyaknya truk over dimension over load (ODOL) kecepatannya sangat pelan, risiko pecah ban dan seterusnya," kata Desi.



TERBARU

[X]
×