Jelang gelaran WSBK, sarana dan prasarana bidang kesehatan terus disiapkan

Kamis, 18 November 2021 | 11:59 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
Jelang gelaran WSBK, sarana dan prasarana bidang kesehatan terus disiapkan

ILUSTRASI. Sejumlah penonton berada di tribun sisi barat sirkuit untuk menonton gelaran balap motor Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) di Pertamina Mandalika International Street Circuit di KEK Mandalika. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/aww.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) telah mempersiapkan secara matang berbagai aspek kesehatan jelang World Superbike atau WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit yang akan digelar pada 19 hingga 21 November 2021.

Penyelenggaraan WSBK pada 19 hingga 24 November 2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit  kata dia, masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga pelayanan kesehatan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Ia menyebutkan Provinsi NTB masuk PPKM level 1. Di mana kasus Covid-19 di Provinsi NTB per tanggal 16 November 2021 total kasus mencapai 27.727 orang positif. 

Lalu langkah pasien Covid-19 yang sembuh mencapai 26.684 orang. Data itu dari 12 Kabupaten di Provinsi NTB. "Cakupan vaksinasi di Provinsi NTB per tanggal 10 November 2021. Untuk dosis pertama mencapai 68,09%, dosis kedua 33,77%, dan untuk dosis ketiga khusus tenaga kesehatan (nakes) 76,37%, " kata Kepala Dinas Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri dalam keterangannya, Kamis (18/11).

Baca Juga: Gerhana bulan sebagian terlama terjadi besok, ini wilayah yang bisa mengamatinya

Selain itu Pemrov NTB telah menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan di sembilan wilayah yang tersebar di provinsi tersebut.  Khusus di Kabupaten Lombok Tengah lokasi ajang WSBK di Pertamina Mandalika International Street Circuit ada beberapa fasilitas pelayanan kesehatan. 

Jumlahnya, kata dia, ada enam Rumah Sakit (RS) , 28 PKM, 94 PUSTU, dan Satu Labortorium pemeriksa PCR berada di RSUD Praya dengan kapasitas 400 sample. "Untuk Laboratorium pemeriksaan PCR di Provinsi NTB itu ada 11 lokasi, "

Sebanyak 12 lokasi laboratorium itu tersebar di lima wilayah. Pertama di RSUD Praya kapasitas 400 sample, RSUD R  Soedjono Selon dengan kapasitas 500 sample, RSUD Provinsi NTB dengan kapasitas 4.000 sample, Lab. RS UNRAM kapasitas 500 sample, Lab. RSUD 162 Wirabhakti kapasitas 80 sample

Lalu RS Bhayangkara kapasitas 94 sample dan Lab. MMC dengan kapasitas 5.000, Lab. LGS dengan kapasitas 96 sample, RS Manambai dengan kapasitas 80 sample, dan Klinik Buin Batu dengan kapasitas 80 dan RSUD Bima. 

Diketahui kawasan Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah salah satu destinasi Pariwisata super prioritas di Tahun 2021 dan 2022 ada event besar yaitu event international Idemitsu Asian Talent Cup, World Superbike dan MotoGP. 

Baca Juga: Digitalisasi dan integrasi sistem, percepat kebangkitan ekonomi Jawa Timur

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementrian Komunikasi dan Informatika, Septriana Tangkari, menyampaikan perhelatan internasional di Mandalika menerapkan CHSE. Selain itu juga di kawasan wisata hal itu sudah menjadi kebutuhan wisatawan di era adaptasi kebiasaan baru. 

"Penerapan CHSE di kawasan KEK Mandalika juga merupakan implementasi aspek kesehatan dan keselamatan pada setiap destinasi wisata agar wisatawan merasa aman dan nyaman," kata Septriana.

Perlu diketahui CHSE adalah program Kemenparekraf yang berupa penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan). 

 

Selanjutnya: Kenali Gejala dan Penyebab Gangguan Kurang Darah yang Perlu Diketahui

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru