Jawa Barat

JQR respons bencana di empat wilayah sekaligus

Rabu, 17 Februari 2021 | 15:33 WIB   Reporter: Tendi Mahadi
JQR respons bencana di empat wilayah sekaligus

ILUSTRASI. Tim SAR Gabungan mengevakuasi warga menggunakan tali saat banjir di Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (9/2/2021). ANTARA FOTO/Novrian Arbi/rwa.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Selama sepekan terhitung dari 7-14 Februari 2021, Jabar Quick Response (JQR) merespons kejadian banjir di empat kota dan kabupaten yang ada di Jawa Barat, yakni Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Majalengka. Intensitas hujan yang tinggi membuat sungai-sungai besar di kota/kabupaten tersebut meluap dan merendam pemukiman warga di sekitar lokasi sungai.
 
Tim kebencanaan JQR Ade Fayzal menerangkan, JQR menurunkan anggotanya dan terlibat dalam upaya percepatan penanganan banjir sebagai bentuk perhatian Pemerintahan Provinsi Jawa Barat. Ada lima peran utama JQR di lokasi bencana, yaitu operasi pencarian dan pertolongan, pendistribusian dukungan logistik bagi pengungsi dan relawan, asesmen di lokasi bencana, juga pengolahan informasi yang datang melalui berbagai kanal seperti media sosial, berita, maupun laporan secara langsung dari petugas di lapangan.
 
Sebagai kanal aduan tentang kemanusiaan yang mudah diakses oleh masyarakat menjadikan jembatan informasi antara warga terdampak yang melaporkan keadaan darurat melalui media sosial. Laporan itu terhubung dengan para petugas di lokasi banjir yang sedang melakukan proses pencarian dan evakuasi. "Hal ini membuat akselerasi respon lebih cepat bagi laporan yang bersifat darurat di lapangan, " Ujar Fayzal dalam keterangannya, Rabu (17/4). 

Baca Juga: Telah divaksin, Wapres Ma'ruf Amin ajak lansia ikuti vaksinasi Covid-19
 
Menurut Fayzal, beberapa tantangan yang dihadapi tim di lapangan selain cuaca yang tak menentu juga tidak sedikit warga yang enggan meninggalkan rumahnya saat di evakuasi dan ingin tetap bertahan di lokasi banjir.

Banyak warga yang tidak memahami bahwa proses evakuasi dimaksudkan untuk menghindarkan warga dari kejadian yang mungkin membahayakan jiwa, seperti ancaman kedinginan, kelaparan juga agar mudah mendapatkan bantuan medis.
 
"Tentu saja itu menjadi tantangan bagi kami bagaimana caranya berkomunikasi dan memberikan pengertian kepada warga agar mereka mau dievakuasi ke tempat yang lebih aman," tambahnya.
 
Arus banjir yang yang deras juga menyulitkan tim dalam upaya evakuasi warga. “Laporan mengenai warga yang terjebak di dalam rumah tak hentinya kami terima, tapi kami juga harus menghitung keselamatan dalam operasi evakuasi baik untuk ti maupun survivor,”tambah Fayzal.

Baca Juga: Anies: Vaksinasi di Pasar Tanah Abang menjadi percontohan
 
Selain membantu proses evakuasi para warga yang terdampak bencana banjir, tim Jabar Quick Response juga turut mendistribusikan bantuan dari para lembaga yang telah bekerjasama dengan Jabar Quick Response. Dalam hal ini, beberapa bantuan seperti; sembako, alat kebersihan (hygiene kit), alat dapur umum, dan kebutuhan penunjang lainnya. 

Bantuan yang terhimpun melalui Jabar Quick Response merupakan bantuan yang datang dari Bank BJB, Baznas Provinsi Jabar, Rumah Yatim, Wakaf Salman ITB, PT. Eigerindo MPI, dan WeCare.id.

Selanjutnya: Warga Jakarta yang menolak vaksin Covid-19 tak dapat bansos dan didenda

 

Editor: Tendi Mahadi
Tag
Terbaru