DKI JAKARTA - JAKARTA. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memprediksi jumlah pendatang baru ke ibu kota saat arus balik Lebaran 2025 mengalami penurunan.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Budi Awaluddin mengatakan jumlah pendatang baru diprediksi hanya sekitar 10.000-15.000 orang.
"Dinas Dukcapil Provinsi DKI Jakarta memprediksi bahwa pada arus mudik balik tahun ini diperkirakan akan turun. Prediksi kami jumlah pendatang pada arus mudik balik sekitar 10.000 hingga 15.000 orang pendatang baru," kata Budi Awaluddin saat dikonfirmasi, Jumat (4/4/2025).
Menurut Budi Awaluddin, penurunan pendatang terjadi karena sejumlah faktor sehingga pendatang baru mengalami penurunan.
"Jumlah yang mudik mengalami penurunan menurut data kementerian perhubungan pada tahun ini sebesar 24%, di mana pada tahun ini diprediksi mencapai 146,48 juta orang, sedangkan tahun 2024 mencapai 193,6 juta pemudik," ungkap Budi Awaluddin.
Baca Juga: Urai Arus Balik Lebaran, WFA ASN Diperpanjang hingga 8 April 2025
Selain itu, Jakarta bukan menjadi kota tujuan perantau untuk mengadu nasib, karena ada sejumlah kota besar yang menjadi pilihan perantau.
"Jakarta bukan satu-satunya kota besar di Indonesia dan itu jadi pilihan bagi para urban untuk menjadi tujuan baru. Terjadinya pemerataan pembangunan di kota-kota besar lainnya, persaingan di Jakarta yang semakin ketat," ungkap Budi.
Berdasarkan data, pendatang setelah hari raya tahun 2024 sebesar 16.207 jiwa, turun sekitar 37,47% dari tahun 2023 yaitu sebesar 25.918 jiwa.
Sebelumnya, Disdukcapil DKI Jakarta meminta masyarakat pendatang yang masuk ke Jakarta setelah Lebaran 2025 harus memiliki jaminan pekerjaan dan tempat tinggal.
Imbauan ini bertujuan untuk memastikan pendatang dapat hidup secara mandiri dan berkontribusi positif bagi Kota Jakarta.
Budi Awaluddin menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta tidak melarang pendatang datang ke ibu kota, namun mereka harus mematuhi aturan yang berlaku.
"Pemda DKI tidak melarang pendatang dari luar untuk ke Jakarta, namun secara adil dan terukur, tiap penduduk tetap terlayani sesuai aturan yang berlaku. Bagi para calon pendatang diharapkan memiliki jaminan tempat tinggal, jaminan pekerjaan, serta memiliki keahlian tetap," ujar Budi saat dikonfirmasi pada Rabu (2/4/2025).
Budi juga menyatakan bahwa pendatang dengan keterampilan dan keahlian tertentu bisa memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi Jakarta dalam pencapaiannya sebagai kota global dan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
"Tentunya, jika para pendatang memiliki keterampilan dan skill yang baik, kontribusinya akan sangat bermanfaat dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global dan Indonesia Emas 2045," ungkap Budi.
Baca Juga: Kuartal 1/2025 Berakhir, Bagaimana Proyeksi Kinerja Laba Bank-Bank Digital?
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jumlah Pendatang Baru ke Jakarta Diprediksi Turun, Hanya 15.000 Orang", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2025/04/04/19472061/jumlah-pendatang-baru-ke-jakarta-diprediksi-turun-hanya-15000-orang.
Selanjutnya: Urai Arus Balik Lebaran, WFA ASN Diperpanjang hingga 8 April 2025
Menarik Dibaca: Garuda Metalindo Bukukan Kinerja Solid di Kuartal IV 2024, Ekspor Jadi Penopang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News