KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyatakan, jadwal keberangkatan maupun kedatangan Commuter Line lintas jalur Cikarang berangsur membaik, pasca kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan bahwa ketepatan waktu keberangkatan di lintas Cikarang meningkat dari 50% menjadi 61%, lalu mencapai 66%, sementara kedatangan naik dari 44% menjadi 57% dan kemudian 61%.
"Tren ini mencerminkan proses normalisasi yang berjalan semakin stabil," ujar Anne Purba dalam keterangan tertulis, Minggu (3/5/2026).
Baca Juga: Harga Kurban Dompet Dhuafa 2026: Hemat Jutaan Rupiah dengan Promo!
Anne menjelaskan bahwa jadwal keberangkatan hingga kedatangan sudah berangsur membaik sejak 28 April hingga 2 Mei 2026. Bahkan, catatan KAI volume pengguna Commuter Line lintas Cikarang tercatat mencapai 574.644 pelanggan.
“Kami memahami bahwa setiap perjalanan memiliki arti bagi setiap pelanggan. Karena itu, kami akan terus hadir mendampingi, memastikan layanan berjalan aman, dan menjaga keandalan operasional ke depan,” kata Anne.
Kemudian catatan KAI, ketepatan waktu keberangkatan berangsur naik dari 71,54% pada 30 April menjadi 87,39% pada 1 Mei, lalu mencapai 88,84% pada 2 Mei.
Selanjutnya, ketepatan waktu kedatangan juga meningkat dari 68,46% menjadi 84,86%, dan kembali membaik hingga 87,04%. Perjalanan yang mengalami keterlambatan semakin berkurang dengan waktu keterlambatan yang lebih terkendali.
Disisi lain, perjalanan Kereta Api Jarak Jauh yang melintas di wilayah Bekasi Timur juga telah kembali berjalan dengan pola operasi yang terjaga. Dalam satu hari, terdapat 32 perjalanan KA dari Pasarsenen serta 36 perjalanan KA dari Gambir yang melintas di lintas tersebut.
Baca Juga: Ini Dugaan Umum Penyebab Tabrakan KRL-Argo Bromo Menurut Pengamat Transportasi
Peristiwa kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4/2026) malam.
Belasan korban dinyatakan meninggal dunia setelah dibawa ke sejumlah rumah sakot terdekat. Kemudian, untuk proses identifikasi kroban meninggal di lakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Duka mendalam untuk para korban meninggal dan luka-luka pada peristiwa tersebut. Korban dinyatakan merupakan perempuan dewasa, sebab kecelakaan menghantam langsung gerbong khusus wanita Commuter Line.
Saat ini, korban meninggal sudah dikembalikan kepada pihak keluarga. Korban luka masih ada yang harus mendapatkan perawatan intensif dan sudah ada yang dinyatakan kembali pulang.
Operasional di Stasiun Bekasi Timur juga sudah kembali normal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News