KONTAN.CO.ID - SAMARINDA. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus meluas di tengah kondisi cuaca kering.
Hingga Sabtu (22/8/2026), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 430 titik karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.260,92 hektare.
Karhutla tercatat terjadi di hampir seluruh kabupaten dan kota di Kaltim. Dari sejumlah wilayah tersebut, Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi daerah dengan luas lahan terbakar paling besar, yakni 369,88 hektare dari 47 titik kebakaran.
Kutai Barat (Kubar) menyusul dengan luas lahan terbakar 337,17 hektare dari 71 titik. Sementara itu, Paser menjadi wilayah dengan jumlah titik kebakaran terbanyak, mencapai 105 titik dengan luas lahan terbakar 268,68 hektare.
Baca Juga: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Jawa Barat: Daerah Ini Berpotensi Hujan Petir Rabu (15/4)
Pelaksana Harian Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, mengatakan kebakaran saat ini tersebar di hampir seluruh wilayah Kaltim dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
“Semua itu ada, hanya luas dan skalanya berbeda-beda,” ucapnya.
Menurut Sugeng, sejumlah wilayah dengan cakupan administrasi luas saat ini menjadi daerah yang cukup banyak menghadapi karhutla. BPBD Kaltim mencatat Berau, Kutai Timur (Kutim), dan Kukar sebagai wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih.
Pemadaman terkendala akses dan air
Penanganan karhutla di lapangan tidak mudah. Sebagian titik kebakaran berada di lokasi yang sulit dijangkau sehingga kendaraan dan peralatan pemadam tidak dapat langsung mendekati sumber api.
Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala utama petugas, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan yang cukup luas. Petugas harus mengandalkan sumber daya yang tersedia di sekitar lokasi untuk mengendalikan api.
Selain akses, ketersediaan air juga menjadi persoalan. Petugas harus mencari sumber air yang dapat digunakan untuk pemadaman, terutama ketika lokasi kebakaran jauh dari sungai, embung, atau sumber air lainnya.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini: Hujan RIngan Dominan (24 April 2026)
Keterbatasan personel dan peralatan turut memperberat penanganan ketika api meluas. Di Kukar, sekitar 182 hektare dari total lahan yang terbakar merupakan kawasan milik masyarakat, sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat agar api tidak meluas ke area lain.
Dampak asap belum signifikan
Meski luas lahan terbakar sudah mencapai lebih dari 1.200 hektare, BPBD Kaltim menyebut dampak kabut asap terhadap aktivitas masyarakat dan kesehatan sejauh ini belum menunjukkan kondisi yang signifikan.
Namun, kondisi tersebut tidak membuat upaya pemadaman dan pencegahan dihentikan. Penanganan tetap dilakukan untuk mengendalikan titik api, terutama di wilayah dengan konsentrasi kebakaran yang tinggi.
BPBD Kaltim juga telah menerima permintaan bantuan logistik dari BPBD Kukar. Bantuan yang disiapkan antara lain masker dan selang untuk mendukung kebutuhan petugas di lapangan.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kaltim per 22 Agustus 2026, sebaran titik dan luas lahan terbakar tercatat sebagai berikut:
- Samarinda: 69 titik, 90 hektare.
- Balikpapan: 19 titik, 13,93 hektare.
- Bontang: 9 titik, 13,51 hektare.
- Kutai Kartanegara: 47 titik, 369,88 hektare.
- Kutai Barat: 71 titik, 337,17 hektare.
- Kutai Timur: 30 titik, 40,25 hektare.
- Berau: 38 titik, 86,44 hektare.
- Mahakam Ulu: 0 titik.
- Paser: 105 titik, 268,68 hektare.
- Penajam Paser Utara: 42 titik, 41,07 hektare.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jawa Barat Hari Ini: Gerimis dan Mendung Menggantung (26 April 2026)
Data tersebut menunjukkan karhutla di Kaltim tidak hanya menjadi persoalan di satu wilayah. Luas area yang terbakar, sulitnya akses, keterbatasan sumber air, serta kebutuhan personel dan peralatan menjadi tantangan utama dalam mencegah kebakaran meluas.
Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/08/23/192232978/karhutla-kaltim-bakar-1260-hektare-lahan-kukar-terluas?page=all#page2.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News