Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka SMA & SMK di Tangerang Raya Disetop

Rabu, 02 Februari 2022 | 13:50 WIB Sumber: Kompas.com
Kasus Covid-19 Melonjak, Pembelajaran Tatap Muka SMA & SMK di Tangerang Raya Disetop

ILUSTRASI. Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi terkait COVID-19 di Pendopo Kabupaten Tangerang, Minggu (15/3/2020). Pembelajaran tatap muka SMA dan SMK di Tangerang Raya dihentikan. ANTARA FOTO/Fauzan.


KONTAN.CO.ID - SERANG. Gubernur Banten Wahidin Halim memutuskan menghentikan sementara pembelajaran tatap muka atau PTM jenjang SMA dan SMK di wilayah Tangerang Raya, menyusul lonjakan kasus Covid-19.

Tangerang Raya meliputi tiga daerah yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. 

Penghentian PTM di Tangerang setelah hasil evaluasi terkait kasus positif Covid-19 dan varian Omicron di tiga daerah tersebut meningkat. 

"Untuk Tangerang Raya sudah disepakati bahwa tidak ada PTM, kembali ke PJJ (pembelajaran jarak jauh)," ujar Wahidin kepada wartawan di Gedung Negara Banten, Kota Serang, Rabu (2/1). 

Baca Juga: Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Tangerang Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

Menurut Wahidin, pelaksanaan PTM di wilayah Lebak dan Pandeglang akan dilakukan evaluasi setiap hari, apakah dihentikan atau tetap dilanjutkan. 

Sedangkan di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon masih melaksanakan PTM dengan kahadirian siswa setiap kelas 25% dari kapasitas. 

"Evaluasi kita setiap hari melihat perkembangan minggu ini, apakah wilayah Barat masih kuning. Tapi, Tangerang Raya oranye, kita PPKM level 2 masih ada tolerasi sekolah PTM di wilayah Barat Banten," kata Wahidin. 

Mantan Wali Kota Tangerang itu menambahkan, pelaksanaan PTM merupakan keinginan orangtua agar anak-anak bisa belajar di sekolah. 

Baca Juga: Semakin Banyak Sekolah Jakarta Ditutup Sementara Karena Covid-19, Ini Daftarnya

Namun, karena terjadi lonjakan kasus per hari mencapai di angka 2.500-an, maka PTM dievaluasi dan dihentikan di Tangerang Raya. 

"Walaupun tahu banyak masyarakat yang menuntut (tetap PTM), dari orangtua terutama anak-anak," ungkap Wahidin. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta pelaksanaan PTM di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat untuk dievaluasi mengingat terjadi lonjakan kasus Covid-19 terutama varian omicron. 

"Saya juga minta adanya evaluasi untuk pembelajaran tatap muka, utamanya di Jawa Barat, di DKI Jakarta, dan di Banten," kata Presiden.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Omicron Mengganas, PTM SMA dan SMK di Tangerang Raya Dihentikan"

Penulis: Kontributor Serang, Rasyid Ridho
Editor: Gloria Setyvani Putri

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru