Kebijakan

Kasus Covid terkendali, Kendari siap jadi tuan rumah Munas Kadin

Minggu, 13 Juni 2021 | 20:33 WIB   Reporter: Dikky Setiawan
Kasus Covid terkendali, Kendari siap jadi tuan rumah Munas Kadin

ILUSTRASI. Vaksinasi Covid-19 di Puskemas Lepo-lepo, Kota Kendari.

KONTAN.CO.ID JAKARTA. Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Sesuai rencana, meski pandemi Covid-19 masih merebak di Tanah Air, Munas Kadin akan tetap digelar pada 30 Juni 2021 di Kendari. 

Sulkarnain Kadir, Wali Kota Kendari mengatakan, pihaknya bersyukur mendapatkan kepercayaan dari Kadin pusat yang menunjuk Kota Kendari sebagai lokasi pelaksanaan Munas. Menurutnya, event sekaliber Munas Kadin akan menjadi momentum positif yang bisa mereferensikan kota Kendari sebagai event-event besar lainnya.

Untuk itu, Pemkot Kendari akan memastikan menjadi tuan rumah yang baik dalam pelaksanaan Munas Kadin. "Kami akan membuktikan Kota Kendari yang berada jauh dari ibukota pusat, bisa dipercaya menggelar Munas Kadin. Mudah-mudahan event ini bisa meningkatkan semangat masyarakat untuk bangkit dari situasi pandemi Covid-19," kata Sulkarnain dalam keterangan resminya, Minggu (13/6). 

Nahwa Umar, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Kendari menambahkan, untuk mensukseskan pelaksanaan Munas Kadin, jajarannya akan terus memperketat penerapan protokol kesehatan di masyarakat. Kebijakan ini akan diterapkan melalui Tim Yustisi yang terdiri dari aparatur TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinkes, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kominfo Kota Kendari.

Nahwa menegaskan, hingga saat ini Tim Yustisi belum berhenti bergerak mengawal penerapan protokol kesehatan masyarakat. Selain Tim Yustisi yang jalan siang-malam, vaksinasi juga terus dilakukan. Dengan keseriusan pemerintah, kata Nahwa, kegiatan-kegiatan besar bisa dilaksanakan di Kota Kendari. Contohnya ajang Triatlon pada 29 Mei 2021 sukses digelar di Kendari

Menurut Nahwa, meski pandemi Covid-19 belum berakhir, ekonomi tetap harus jalan. "Tidak bisa kita berdiam diri karena Covid. Makanya Presiden berkali-kali menyampaikan bahwa ekonomi dan penanganan Covid itu harus jalan beriringan. Jadi seperti ajang Triatlon itu ada kaitannya dengan ekonomi dan olahraga," papar Nahwa.

Kasus Covid-19 menurun

Dengan adanya program vaksinasi dan pengetatan protokol kesehatan, Nahwa memastikan, Kota Kendari dapat disebut aman dari Covid-19, kendati masih ada kasus positif. Kalaupun ada yang berdatangan dari Jakarta melalui bandara, kebijakan protokol kesehatan tetap diberlakukan. Salah satunya melalui swab test bagi pelancong yang datang ke Kendari.

Alhasil, dari Januari hingga Juni 2021, kasus Covid-19 di Kota Kendari menunjukkan tren yang cenderung turun. Misalnya, data pada 1 Januari 2021, jumlah kasus positif yang diisolasi di  Kendari tercatat sebanyak 56 orang. Kini, berdasarkan data Kewaspadaan Covid-19 Kota Kendari, pada Jumat 11 Juni 2021 tercatat hanya 35 orang konfirmasi positif.

Rahminingrum, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, menyebutkan, beberapa minggu lalu, kasus positif Covid-19 sempat turun drastis malah hanya sisa tinggal 4 orang yang positif. Kendati demikian, Tim Yustisi Kota Kendari terus memastikan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan.

Rahminingrum menilai, kasus Covid-19 di Kendari tidak melonjak karena dipengaruhi sejumlah faktor. Pertama, cakupan vaksinasi semakin hari terus bertambah. Dengan begitu, otomatis semakin banyak masyarakat yang mendapatkan kekebalan. 

Saat ini vaksinasi Covid-19 rutin dilakukan di 15 Puskesmas dalam Kota Kendari, dan di kantor Dinas Kesehatan Kota Kendari. Selain itu, juga sering dilakukan kegiatan vaksinasi massal untuk populasi yang besar. 

Tercatat, per 8 Juni 2021, total 32.304 warga Kendari telah disuntik vaksin dosis pertama. Lalu, dari jumlah tersebut, warga yang telah disuntik vaksin dosis kedua sebanyak 20.269. Mereka terdiri dari tenaga kesehatan, pelayan publik, dan lansia. 

"Kedua, karena masyarakat patuh meski tidak semuanya, patuh terhadap protokol kesehatan. Kemudian yang ketiga, semacam yang kita yang ASN benar-benar mengurangi mobilitas, saya saja sudah berapa bulan tidak keluar daerah," ujar Rahminingrum.

Selanjutnya: Ini kata kandidat Ketua Umum Kadin mengenai tarif dan jenis pajak baru

 

Editor: Dikky Setiawan
Terbaru