Kebijakan

KEK Galang Batang diklaim dapat menyerap 23 ribu tenaga kerja

Sabtu, 26 September 2020 | 21:49 WIB   Reporter: Handoyo
KEK Galang Batang diklaim dapat menyerap 23 ribu tenaga kerja

ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang yang berada di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (30/1). Dalam kunjungan itu, Airlangga meminta agar KEK Galang Batang

KONTAN.CO.ID - BINTAN.Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Bintan, Kepulauan Riau, ditargetkan dapat menyerap 23 ribu tenaga kerja. Saat ini, pembangunan KEK ini telah mencapai 80 persen dan ditargetkan dapat beroperasi mulai tahun 2021.

"Dengan tenaga kerja diserap tahap awal 3500, diharapkan terus bertambah dan menimbulkan multiplier effect yang lain," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, saat melakukan Kunjungan Lapangan ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di KEK Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau (26/9).

Menko Airlangga menambahkan, rencananya di KEK Galang Batang juga akan dibangun industri tekstil. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga kerja dari istri atau keluarga pekerja/buruh PT BAI. "Ini adalah pendekatan yang unik yang tidak banyak dilakukan di berbagai pabrik," ujarnya.

Baca Juga: KemenkopUKM kembangkan UMKM pariwisata KEK Likupang, Minahasa Utara

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, menjelaskan bahwa di KEK Galang Batang tengah dibangun smelter aluminium 1 juta ton/tahun. Pihaknya akan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menyiapkan SDM kompeten, guna memenuhi target 23 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan.

"Kami akan melakukan kerja sama dengan kawasan agar penyiapan tenaga kerjanya lebih cepat. Dan kita juga akan meminta bantuan dinas dari luar kawasan untuk bisa mengirim tenaga kerja ke kawasan ini," jelasnya.

Suhartono menambahkan, saat ini ada 90 tenaga kerja Indonesia yang tengah mengikuti pelatihan di Tiongkok untuk mendapatkan alih teknologi dan keterampilan. "Mereka ini nanti akan menjadi pengganti teknologi dari Tenaga Kerja Asing yang ada di sini," ujarnya.

Selanjutnya: Dewan KEK perkirakan tahun ini hanya ada 2 KEK baru yang disetujui

 

Editor: Handoyo .


Terbaru