Kementan Dukung Pengembangan SDM Petani Milenial di Malang

Selasa, 22 November 2022 | 21:52 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kementan Dukung Pengembangan SDM Petani Milenial di Malang

Dukungan pemerintah daerah menentukan sukses Program YESS, oleh Polbangtan Malang selaku PPIU Jatim meningkatkan sinergitas dengan Pemkab Malang melalui District Multi Stakeholders Forum (DMSF) di Malang.


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong generasi milenial meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai petani milenial. Salah satunya dengan melakukan berbagai pelatihan dasar.

Untuk itu, Kementan menggandeng International Fund For Agriculture (IFAD) via Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS) pada sejumlah kabupaten untuk memberikan pelatihan pada generasi muda petani, salah satunya Kabupaten Malang di Jawa Timur.

Kementan bersama IFAD berupaya mewujudkannya melalui Program YESS dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di sejumlah provinsi.

Dukungan pemerintah daerah turut menentukan sukses Program YESS, seperti diupayakan Polbangtan Malang selaku PPIU Jatim meningkatkan sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui kegiatan District Multi Stakeholders Forum (DMSF) di Malang, belum lama ini.

Baca Juga: Kembangkan Pakan Organik, Kementan Dorong Petani Milenial Manfaatkan SDA Lokal

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa Kementerian Pertanian RI terus berupaya mengubah wajah sektor pertanian, dengan mengandalkan para petani milenial dan pemanfaatan teknologi digital.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi tentang pentingnya pertanian sebagai sektor prioritas dengan jumlah pintu pasar paling banyak di dunia.

"Pertanian adalah sektor terpenting, untuk memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat sekaligus menjaga stabilitas nasional," katanya dalam siaran pers, Selasa (22/11).

Seiring perkembangan zaman, kata Dedi Nursyamsi, semua pihak diminta aktif mengembangkan pertanian berbasis teknologi atau smart farming. 

Malang, salah satu kabupaten di Jatim menjadi lokasi pelaksanaan Program YESS. Terhitung Juli hingga September 2022, Program YESS memfasilitasi 4.500  pemuda pertanian Malang dengan pelatihan dasar wirausaha berupa Pelatihan Jalur Motivasi Bisnis, Manajemen Bisnis bagi Pemula, Literasi Keuangan dan Rencana Usaha. 

Baca Juga: Tumbuhkan Minat Milenial pada Pertanian, Kementan Gelar Job Fair dan Bazar UMKM

Program YESS 2022 juga memfasilitasi 1.000 pemuda dengan 16 Jenis Pelatihan Lanjutan Pertanian, Packaging dan Perijinan subsektor peternakan berupa pelatihan pakan ternak, pupuk organik dan olahan hasil peternakan serta pelatihan budidaya padi, porang, tebu, cabai, kopi, tembakau, porang, kakao dan olahan hasil pertanian.

Sekretaris Daerah Pemkab Malang Wahyu Hidayat mengatakan sektor pertanian Indonesia dinilai tumbuh paling tinggi dalam satu dekade terakhir, dan turut meningkatkan ekonomi Indonesia, namun harus tetap waspada pada ancaman krisis pangan global. 

"Program YESS dan program lainnya, diharapkan dapat mempertahankan sektor pertanian Indonesia yang mana di tahun-tahun yang akan datang generasi muda pertanian sangat berperan penting dalam perkembangan ekonomi negara, khususnya dalam kedaulatan pangan di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Kementan Jalin Kerjasama dengan Korea Selatan untuk Tingkatkan Produkvitas Pertanian

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pemkab Malang, Tomie Herawanto berharap DMSF tidak hanya berdiskusi, tapi harus bertindak, untuk mendisain sinergi mengembangkan generasi muda di sektor pertanian. Harapannya, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat berkomitmen penuh mendukung Program YESS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru