Kementan Kenalkan Perakitan Modul Smart Farming ke Petani Milenial

Senin, 28 November 2022 | 22:06 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kementan Kenalkan Perakitan Modul Smart Farming ke Petani Milenial

Kegiatan pelatihan diikuti oleh 44 orang PM Program YESS di Kabupaten Tanah Bumbu dalam bidang hortikultura. Mereka berasal dari Kecamatan Karang Bintang, Kusan Hulu, Kusan Hulir, Sungai Loban, Mantewe dan Satui.


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) memaksimalkan berbagai program untuk mempercepat regenerasi petani. 

Guna menyukseskan program regenerasi petani di Indonesia khususnya di wilayah Kalimantan Selatan, Kementan melalui Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) terus melakukan kegiatan-kegiatan pendukung regenerasi petani.

Kementan melalui Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Kalimantan Selatan yaitu SMK-PP Negeri Banjarbaru menggelar pelatihan atau Advanced Training dengan tema 'Pengenalan Dan Perakitan Modul Smart Farming' bagi wirausahawan muda yang tergabung sebagai Penerima Manfaat (PM) Program YESS.

Pelatihan ini digelar di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Karang Bintang di Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) selama tiga hari terhitung sejak Rabu (16/11).

Baca Juga: Pedagang Beras Cipinang Ungkap Stok Mulai Mengkhawatirkan

Kegiatan tersebut diikuti oleh 44 orang PM Program YESS di Kabupaten Tanah Bumbu dalam bidang hortikultura. Mereka berasal dari Kecamatan Karang Bintang, Kusan Hulu, Kusan Hulir, Sungai Loban, Mantewe dan Satui.

Dihadiri District Implementation Tim (DIT) Tanah Bumbu yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, yang diwakili oleh Afif Kurniawan mengharapkan kegiatan tersebut dapat menambah wawasan pengusaha muda di bidang pertanian yang merupakan generasi yang mandiri dan dekat dengan teknologi.

“Semoga dengan kegiatan pelatihan, Tanah Bumbu mampu mempelopori Smarf Farming dan bisa diterapkan dengan baik oleh petani-petani muda,” kata Afif dalam siaran pers, Senin (28/11).

Project Manajer PPIU Kalimantan Selatan Angga Tri AP mengatakan kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari Advance Training, yang melibatkan PM agar bisa mendapatkan ilmu teknis pertanian selain kewirausahaan. 

"Pelatihan kali ini mengambil tema Smart Farming dengan topik Pengenalan dan Perakitan Modul Smart Farming,” kata Angga.

Baca Juga: Dorong Pemuda Terjun ke Pertanian, Polbangtan Bogor Luncurkan Ekosistem Kewirausahaan

Menurutnya, pelatihan membuka wawasan peserta tentang pentingnya Smart Farming oleh ahlinya, yang memperkenalkan komponen peralatan elektorik dilanjutkan perakitan. Modul yang sudah selesai kemudian dipasang pada lahan yang telah siap dengan instalasi pipa. 

Selain itu, petani milenial mendapat ilmu tentang modul elektro sederhana penyusun modul Smart Farming. 

Peserta dikenalkan agar mengetahui dan dapat melakukan perakitan pada alat dan juga pengaplikasian melalui smartphone, berupa aplikasi di lapangan yakni pemasangan modul dengan sistem pengairan yang telah dirakit sehingga alat yang dibuat dapat beroperasi dengan baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru