CLOSE [X]

Kementan Lakukan Pendampingan Vaksinasi PMK di Kabupaten Banyuasin

Minggu, 03 Juli 2022 | 21:55 WIB   Reporter: Ratih Waseso
Kementan Lakukan Pendampingan Vaksinasi PMK di Kabupaten Banyuasin

ILUSTRASI. Pemberian vaksin PMK. Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menegaskan seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK.


KONTAN.CO.ID - BANYUASIN. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) telah menyebar di sebagian wilayah Indonesia. Untuk itu Kementerian Pertanian (Kementan) melalui unit kerjanya telah melakukan berbagai langkah solutif mengatasi wabah PMK, mulai dari membangun Posko, tata kelola lalu lintas ternak, bantuan obat, vitamin, vaksinasi, pelatihan-pelatihan hingga pelaksanaan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL), mengatakan kegiatan-kegiatan kolaboratif berbagai pihak untuk langkah preventif dan kuratif merupakan respons cepat pemerintah atas adanya laporan penyebaran wabah PMK diberbagai daerah terus akan didorong. 

“Pemerintah langsung bergerak cepat dengan memberikan bantuan obat, antibiotik, dan vitamin. Meski angka kematian cukup rendah tidak membuat pemerintah menyepelekan PMK. Saya memerintahkan seluruh jajaran hingga tingkat daerah meningkatkan pengawasan”, ujar Mentan Syahrul dalam siaran pers, Minggu (3/7).

Namun demikian, Mentan  meminta agar wabah PMK tak disikapi berlebihan yang dapat berdampak pada kepanikan, terutama di kalangan peternak. Semua pihak harus optimistis bahwa PMK bisa diatasi dengan cepat serta meningkatkan kewaspadaan. 

Baca Juga: Adanya Lockdown Wilayah Merah PMK, Peternak Keluhkan Hal Ini

“PMK dapat ditangani, tidak perlu panik. PMK dapat disembuhkan dengan tingkat kematian yang relatif rendah. PMK tidak membahayakan manusia, dengan daging manusia bisa dikonsumsi dengan protokol pemotongan yang baik,” ujar Mentan Syahrul. 

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengungkapkan bahwa seluruh komponen di bawah BPPSDMP wajib turun, terutama tenaga medik dan paramedik dalam menanggulangi wabah PMK. 

Dedi menambahkan jika BPPSDMP akan memanfaatkan berbagai kegiatan transfer of knowledge untuk mendukung upaya penanggulangan PMK. Diharapkan melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi peserta dalam pengendalian dan pemberantasan PMK sekaligus mengurangi penyebaran.

Menanggapi hal tersebut, sebagai langkah solutif dan antisipatif dalam menanggulangi wabah PMK,  BPPSDMP yang secara teknis dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis SMKPPN Sembawa melakukan pendampingan vaksinasi yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kab. Banyuasin.

Akan dilakukan vaksinasi PMK sebanyak 1.400 dosis di Kabupaten Banyuasin. Vaksinasi pertama diprioritaskan untuk sapi-sapi bantuan dari APBN dan APBD, selanjutnya akan segera dilakukan vaksinasi masal untuk sapi lainnya. 

Baca Juga: Cegah Penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak, Kementan Gelar Pelatihan

SMKPP Negeri Sembawa sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPPSDMP turut berperan aktif dalam memutus penyebaran PMK, melalui sosialisasi pencegahan PMK di Millenial Agriculture Forum (MAF) dan Pendampingan Penyaluran Vaksin di Kabupaten Banyuasin.

Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni menyampaikan bahawa tim yang mendampingi vaksinasi PMK yaitu dari instansi ternak antara lain drh. Widia Siska, Erra Kartika dan Dian Ridho Permadi. Kegiatan vaksin hari ini dilakukan di sentral sapi Kecamatan Air Kumbang dengan jumlah 100 sapi.

"Dengan dilakukannya vaksinasi diharapkan Provinsi Sumsel terbebas dari PMK, “ harap Yudi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru