Kementan: Nilai ekspor pertanian Jawa Tengah tumbuh 19% menjadi Rp 2,51 triliun

Minggu, 29 September 2019 | 16:43 WIB   Reporter: Noverius Laoli
Kementan: Nilai ekspor pertanian Jawa Tengah tumbuh 19% menjadi Rp 2,51 triliun

ILUSTRASI. Kementan: Nilai ekspor pertanian Jawa Tengah tumbuh 19% menjadi Rp 2,51 triliun

Menurut Ganjar, upaya yang dilakukan Kementan sudah tepat. Pemerintah daerah akan serius mendorong, dan berterima kasih atas kebijakan Kementan yang tepat. Pemerintah daerah melaksanakan dan membina petani, agar mampu berproduksi baik dan ekspor.

Ali Jamil, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) yang juga mendampingi Mentan menambahkan bahwa sertifikasi ekspor oleh Karantina Semarang hingga bulan ini mencapai Rp. 6,7 triliun.

Sertifikasi ekspor tersebut meliputi produk pertanian sebesar Rp. 2,51 triliun dan non pertanian berupa aneka kayu asal produk kehutanan dan kelautan berupa rumput laut dan lainnya sebanyak Rp. 3,2 triliun.

Baca Juga: Pembiayaan baru BNI multfinance tumbuh 24,4% yoy per Agustus

Jamil mengatakan kenaikan jumlah eksportir komoditas pertanian di Jawa Tengah mencapai 1.967 pelaku usaha baik perorangan maupun korporasi. Jumlah tersebut meningkat 5,24% dibandingkan tahun sebelumnya  sebanyak 1.584 pelaku usaha.

Jamil berharap, tumbuhnya eksportir baru terutama kalangan milenial dapat memacu kreatifitas dan daya tembus pada pasar baru yang semakin besar.

Selain itu, dari wilayah Jawa Tengah terjadi peningkatan frekuensi ekspor hingga 4,25% atau sekitar 6.719 kali hingga bulan September. Jamil mengapresiasi kerjasama pemerintah daerah yang telah dapat bekerjasama dalam meningkatkan produktifitas. "Makin banyak yang bisa di ekspor, makin semangat dan sejahtera petani, " tambahnya.

Editor: Noverius Laoli
Terbaru