KONTAN.CO.ID - BATAM. Kementerian Transmigrasi (Kementrans) mendorong pengembangan usaha perikanan, pertanian, dan pariwisata bahari untuk memperluas sumber pendapatan masyarakat Tanjung Banon, Rempang, Batam, Kepulauan Riau.
Upaya tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekonomi masyarakat di tengah proses penataan kawasan Rempang. Pemerintah mendorong warga memanfaatkan potensi ekonomi lokal agar memiliki pekerjaan dan pendapatan yang berkelanjutan.
Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pemerintah telah memberikan 16 perahu kepada warga untuk mendukung kegiatan perikanan sekaligus membuka peluang usaha wisata bahari.
Baca Juga: Pertamina Hadirkan Pertamax Turbo untuk Dukung Operasional Safety Car MotoGP 2026
“Intinya, masyarakat harus punya pekerjaan, masyarakat harus punya pendapatan. Kita akan mampukan mereka, kita dorong supaya masyarakat di sini bisa mandiri secara ekonomi,” kata Iftitah saat ditemui di sela Festival Transmigrasi 2026 di Rempang Eco City, Sabtu (10/10/2026).
Selain perikanan, pemerintah mendorong pengembangan pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia.
Pemerintah Kota Batam dan BP Batam juga menawarkan lahan untuk kegiatan pertanian sementara sebelum kawasan tersebut dikembangkan untuk industri. Kelapa menjadi salah satu komoditas yang dinilai potensial untuk dikembangkan.
Di sektor pariwisata, Kementrans berencana membangun menara pandang untuk menarik kunjungan wisatawan ke Tanjung Banon.
Peningkatan kunjungan diharapkan menciptakan peluang usaha turunan bagi warga, seperti penjualan makanan dan minuman serta jasa parkir.
Baca Juga: Gempa M 7,7 Guncang Panama, Kemlu Pastikan WNI Aman dan Siapkan Hotline Darurat
Pemerintah juga memberikan bantuan sembako selama satu tahun untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama masa transisi.
Berbagai upaya tersebut diperkenalkan melalui Festival Transmigrasi 2026 yang menghadirkan pameran produk unggulan, Festival Kopi Kawasan Transmigrasi, serta promosi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari promosi konsep Transmigrasi 5.0 yang mengedepankan inovasi dan peluang investasi dalam pengembangan kawasan.
Iftitah menegaskan, pengembangan kawasan Rempang perlu memperhatikan keberadaan dan kesejahteraan masyarakat setempat agar warga turut merasakan manfaat dari pengembangan wilayah tersebut.
“Orang yang sudah di sini jangan sampai terusir, jangan sampai dilupakan. Mereka juga harus bisa menikmati manfaat dari pengembangan kawasan ini,” ujar Iftitah.
Baca Juga: Booth MRS Pertamina Tarik Pengunjung MotoGP Mandalika
Kementrans berharap pengembangan sektor perikanan, pertanian, dan pariwisata dapat menjadi alternatif sumber pendapatan bagi masyarakat Rempang sekaligus membuka peluang usaha yang bisa dikelola warga setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News