KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Labuan Bajo tidak lagi hanya bertumpu pada wisata bahari dan Taman Nasional Komodo.
Dalam beberapa tahun terakhir, destinasi super prioritas ini mulai memperkuat wisata berbasis event sebagai penggerak baru ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan di darat.
Berbagai kegiatan berbasis komunitas, budaya, musik, hingga ekonomi kreatif kini semakin aktif digelar. Strategi ini dinilai efektif memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus memperluas dampak ekonomi di daerah.
Salah satu program yang konsisten dijalankan adalah Weekend at Parapuar yang digagas Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF).
Baca Juga: Desa Wisata Prai Ijing Sumba Barat Raih Penghargaan Pariwisata Berkelanjutan ASEAN
Event ini digelar di kawasan Parapuar dengan konsep ruang terbuka yang menyajikan panorama perbukitan dan lanskap khas Labuan Bajo.
Dalam satu rangkaian kegiatan, pengunjung dapat menikmati pertunjukan seni budaya, musik, kuliner UMKM lokal, hingga aktivitas interaktif bersama komunitas setempat.
Kehadiran event ini membuka alternatif wisata darat yang melengkapi dominasi wisata laut di Labuan Bajo.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Andhy MT Marpaung, menegaskan bahwa pengembangan event menjadi bagian dari strategi membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.
"Melalui event terjadwal seperti Weekend at Parapuar, kami menghadirkan ruang kolaborasi antara pariwisata, budaya, komunitas, dan ekonomi kreatif. Ini juga untuk memperkuat daya tarik wisata darat dan memperpanjang lama tinggal wisatawan," ujarnya dalam siaran pers, Senin (18/5/2026).
Baca Juga: Pariwisata Berkelanjutan Angkat Ekonomi Desa Tebara ke Level Regional
Menurut Andhy, model wisata berbasis event ini juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas, terutama bagi UMKM, pelaku industri kreatif, dan pekerja seni budaya di daerah.
Ke depan, penguatan event berbasis alam dan budaya dipandang menjadi kunci untuk menjaga posisi Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata berkualitas. Wisatawan tidak hanya mencari panorama, tetapi juga pengalaman autentik yang melibatkan interaksi dengan masyarakat lokal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News