PELATIHAN - JAKARTA. Selama enam tahun, inisiatif untuk meningkatkan dukungan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Jakarta telah berhasil memberdayakan para praktisi Indonesia dengan keahlian terapi okupasi tingkat lanjut. Melebihi target awal hingga enam kali lipat, lebih dari 12.000 individu telah merasakan manfaat dari inisiatif yang diprakarsai oleh Singapore International Foundation (SIF) bersama YPAC Jakarta dan Singapore Health Services (SingHealth). Pada Selaa (25/2), inisiatif The Occupational Therapy for Children with Special Needs (OTSPED) resmi ditutup.
Inisiatif ini membekali para praktisi pendidikan khusus dengan alat dan strategi esensial untuk memperdalam pemahaman mereka tentang perkembangan anak. Kurikulum pelatihan yang komprehensif mengintegrasikan manajemen siswa dengan peningkatan kapasitas bagi para terapis okupasi, memungkinkan mereka memfasilitasi aktivitas kehidupan sehari-hari dengan lebih efektif.
Diprakarsai oleh SIF untuk mengatasi tantangan kesehatan global, kemitraan ini juga memperkuat hubungan antara tenaga profesional pendidikan khusus di Singapura dan Indonesia. Tim Singapore International Volunteers (SIV), yang terdiri dari terapis okupasi KK Women’s and Children’s Hospital (KKH) di bawah naungan SingHealth, telah melatih 103 praktisi pendidikan khusus dari 29 organisasi di Indonesia melalui inisiatif pertukaran wawasan dan keterampilan. Pencapaian ini melampaui lebih dari dua kali lipat target awal.
Baca Juga: Yayasan Bakti Barito dan STIR Education Tingkatkan Pelatihan Guru di Garut
Inisiatif ini memberikan manfaat bagi lebih dari 12.000 anak, orang tua, dan pengasuh, sekaligus memperluas akses pelatihan bagi lebih banyak terapis okupasi guna memastikan dampak positif yang berkelanjutan dan jangka panjang di komunitas.
Sebanyak 13 Master Trainer dari tujuh organisasi menjalani pelatihan lanjutan untuk mengasah keahlian mereka dalam membimbing rekan sejawat. Hasilnya, inisiatif pengembangan keahlian ini dapat menjangkau jaringan praktisi SPED yang lebih luas di Jakarta.
Corinna Chan, CEO SIF, menyatakan: “Di Singapore International Foundation, kami percaya bahwa perubahan yang bermakna terjadi ketika orang-orang dari berbagai negara bersatu untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan ide. Inisiatif OTSPED mencerminkan eratnya hubungan persahabatan antara Singapura dan Indonesia serta menegaskan bahwa kolaborasi beperan penting dalam menciptakan solusi berkelanjutan dan dampak jangka panjang. Kami terharu bahwa dengan memperkuat kemampuan para pendidik dan terapis di Jakarta, kami telah membangun ekosistem yang mendukung perkembangan anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka.”
Ia menambahkan: “Kami berterima kasih kepada Singapore International Volunteers (SIV) yang terus mendukung misi SIF untuk menciptakan dunia yang lebih baik. Kami juga bangga dapat bekerja sama dengan mitra kami di Indonesia dan Singapura dalam mewujudkan masa depan yang lebih inklusif. Kami berharap dapat terus melanjutkan upaya bersama dalam membangun dunia yang lebih baik untuk semua.”
Kumala Insiwi Suryo, Ketua YPAC Jakarta, menyatakan: “Kami sangat berterima kasih kepada Singapore International Foundation serta para relawan dari KK Women’s and Children’s Hospital – SingHealth atas dedikasi dan dukungan berkelanjutan mereka selama enam tahun terakhir. Keahlian, bimbingan, dan kolaborasi mereka telah memperkuat kemampuan para pendidik dan terapis kami sehingga kami dapat memberikan perawatan dan dukungan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Inisiatif OTSPED telah memberikan dampak yang berarti bagi komunitas kami, dan kami antusias untuk terus membangun fondasi yang kuat ini guna menciptakan masa depan yang lebih inklusif bagi semua. Saya berharap persahabatan antara Indonesia dan Singapura akan terus terjalin erat seiring dengan terbukanya peluang kemitraan baru di masa depan.”
Baca Juga: Dukung Pertumbuhan Ekonomi Inklusif Melalui Pelatihan Vokasional
Soh Siok Khoon, Kepala dan Senior Terapis Okupasi, Pelayanan Terapi Okupasi, Pusat Rehabilitasi, KKH, dan Ketua Tim SIV, menyatakan: “Bekerja bersama rekan-rekan kami di Indonesia untuk memperkuat praktik terapi okupasi dalam pendidikan khusus merupakan pengalaman yang sangat berharga. Selama enam tahun terakhir, para relawan kami dan praktisi di Indonesia telah bertukar pengetahuan serta pengalaman, sekaligus mengembangkan strategi bersama untuk mendukung anak-anak berkebutuhan khusus dengan lebih efektif.
Menyaksikan pertumbuhan para Master Trainer serta dampak berkelanjutan dari pelatihan yang mereka berikan menjadi pengalaman yang sangat memuaskan. Kemitraan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan profesional, tetapi juga mempererat persahabatan, menunjukkan bahwa kolaborasi memiliki kekuatan besar dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.”
Sejak tahun 1992, SIF menjalin kerja sama erat dengan Indonesia dalam berbagai inisiatif pengembangan kemampuan di bidang kesehatan dan pendidikan. Inisiatif OTSPED merupakan salah satu inisiatif yang selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas). Proyek ini berkontribusi dalam mendorong pendidikan yang inklusif dan berkeadilan serta meningkatkan kesejahteraan bagi semua.
Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan untuk meningkatkan kesehatan di kawasan Asia Tenggara, SIF akan terus berfokus pada kesehatan global dan meluncurkan inisiatif baru tahun ini guna mendorong kemajuan serta mempercepat peningkatan kualitas kesehatan di Asia Tenggara. Rincian lebih lanjut mengenai inisiatif ini akan diumumkan pada waktu yang akan datang.
Baca Juga: Sambut Hari Disabilitas, Askrindo Gelar Pelatihan Penanganan Anak Kebutuhan Khusus
Selanjutnya: Hasto Sebut Megawati Tidak Perlu Menjenguknya di Rutan KPK
Menarik Dibaca: Finetiks & Bank Victoria Tawarkan Tabungan Digital dengan Imbal Hasil Hingga 6,25%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News