KONTAN.CO.ID - 14 Januari memperingati Hari Layang-Layang Internasional. Mari mengenal peringatan tersebut dan sejarahnya.
14 Januari 2026 jatuh pada hari Rabu. Menariknya, hari Rabu kali ini bukan sekadar Rabu biasa.
Ada peringatan menarik yang berhubungan dengan kebudayaan.
Melansir laman National Today, Hari Layang-Layang Internasional dimulai setiap tahun pada tanggal 14 Januari selama Makar Sankranti dan berakhir pada tanggal 15 Januari.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Beri Sinyal Hujan Ringan Merata
Peringatan ini telah ditetapkan di Gujarat, India, sebagai hari libur nasional agar masyarakat dapat ikut serta dalam perayaan.
Para pembuat layang-layang mulai mempersiapkan festival ini berbulan-bulan sebelum peringatan ini digelar.
Pasar-pasar dipenuhi oleh para penggemar layang-layang dan pengunjung festival yang membeli perlengkapan beberapa hari sebelum perayaan.
Sebelum menjadi perayaan resmi, bagaimana peringatan ini diperingati setiap tanggal tersebut? Berikut sejarah singkatnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Yogyakarta, Semarang 14 Januari: Waspada Hujan Lebat Hari Ini
Sejarah Hari Layang-Layang Internasional
Layang-layang awalnya adalah hobi yang hanya diperuntukkan bagi bangsawan dan orang kaya, tetapi dalam beberapa tahun terakhir, kegiatan ini telah berkembang menjadi festival yang terbuka untuk semua orang.
Pesertanya juga berasal dari berbagai negara di seluruh penjuru dunia, termasuk Jepang, Italia, Inggris, Kanada, Tiongkok, Indonesia, Singapura, Amerika Serikat, Malaysia, Prancis, dan Brasil.
Hari Layang-Layang Internasional berasal dari India, di mana perayaan ini paling populer di kota Ahmedabad di negara bagian Gujarat bagian utara.
Dalam bahasa setempat, festival ini dikenal sebagai Uttarayan, sedangkan di wilayah lain di India, dikenal sebagai Makar Sankranti.
Selain menjadi festival kebudayaan, perayaan ini juga memperingati peralihan dari musim dingin ke musim panas, serta panen tanaman musim dingin yang akan datang.
Orang-orang dari seluruh dunia datang untuk berpartisipasi dalam perayaan ini.
Baca Juga: Kenapa 13 Januari Penting? Ini Sejarah Hari Peringatan Penyiaran Radio Publik
Layang-layang yang diterbangkan dalam festival melambangkan roh para dewa yang terbangun dari tidur musim dingin mereka.
Pada siang hari, para akrobat melakukan pertunjukan, sementara pada malam hari, layang-layang bercahaya yang dikenal sebagai ‘tukkal’ memenuhi langit.
Langit malam juga diterangi oleh kembang api.
Meskipun ini adalah festival India, kuil-kuil Hindu di Amerika Serikat sering merayakannya, dan karena ini adalah perayaan inklusif, siapa pun dapat berpartisipasi.
Tonton: Harga Emas Antam Hari Ini Terus Melaju (14 Januari 2026)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News