Jabodetabek

Ketua DPRD DKI sebut ada kemungkinan PSBB ketat di Jakarta diperpanjang

Senin, 18 Januari 2021 | 20:56 WIB Sumber: Kompas.com
Ketua DPRD DKI sebut ada kemungkinan PSBB ketat di Jakarta diperpanjang

ILUSTRASI. Corona di jakarta.KONTAN/Fransiskus Simbolon


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, ada kemungkinan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat di Jakarta diperpanjang. Menurut Prasetyo, perpanjangan PSBB ketat bisa terjadi jika kasus Covid-19 tidak berkurang. 

"Tanggal 25 (Januari) ada penurunan enggak setelah PSBB ketat ini, kalau enggak kita akan perpanjang lagi karena besar sekali ini (kasusnya)," kata Prasetyo di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/1/2031). 

Dia mengusulkan untuk menambah jumlah hotel yang digunakan sebagai lokasi isolasi pasien Covid-19. Alasanya, saat ini banyak tempat isolasi yang mulai penuh. "Mereka bisa menerima kok dan membantu ekonomi juga," ucap Prasetyo. 

Kasus baru Covid-19 di DKI Jakarta mengalami penambahan sebanyak 2.361 kasus pada 18 hari ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, kasus baru tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 10.012 orang yang dites hari ini. 

Baca Juga: Jangan sampai terinfeksi, lakukan 3 cara pencegahan Covid-19 dengan disiplin

Dwi menjelaskan, dengan bertambahnya kasus baru tersebut, kasus Covid-19 secara kumulatif kini berjumlah 229.726 orang. Dari jumlah itu, pasien yang dinyatakan sembuh 204.711 orang. Pasien sembuh bertambah 2.804 orang dibandingkan kemarin. 

Sedangkan pasien aktif (yang masih dalam perawatan atau isolasi) turun sebesar 479 pasien dibandingkan hari sebelumnya. Kini ada 21.200 pasien aktif di Jakarta. Angka kematian akibat Covid-19 terus meningkat menjadi 3.815 orang, bertambah 36 orang dibandingkan kemarin.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ketua DPRD DKI: Ada Kemungkinan PSBB Ketat di Jakarta Diperpanjang"

Selanjutnya: Di atas rata-rata nasional, positivity rate corona di Depok lebih dari 30%

 

Editor: Handoyo .
Terbaru