Jabodetabek

Komunitas Bike to Work angkat bicara perihal kasus begal sepeda

Sabtu, 20 Juni 2020 | 19:14 WIB Sumber: Kompas TV
Komunitas Bike to Work angkat bicara perihal kasus begal sepeda

ILUSTRASI. Pesepeda melintas di jalan layang non tol (JLNT) untuk bus Transjakarta Koridor XIII Ciledug-Tendean di Jakarta Selatan, Minggu (26/2). Para penggiat sepeda memanfaatkan jalan layang sepanjang 9,3 km yang baru akan dioperasikan pada Juni 2017 tersebut unt


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seorang pesepeda menjadi korban begal di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (17/06/2020).

Polisi kini menelusuri jejak pelaku begal sepeda.

Sudah sejak tiga hari ini polisi sudah menelusuri identitas pelaku dengan menggali keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian.

Menanggapi hal tersebut Ketua Komunitas Bike to Work (B2W) Putut Soedarjanto berpendapat, jika pengguna sepeda untuk mobilitas bekerja, maka rute lokasi tak bisa dihindari.

Namun jika bersepeda sebagai olahraga atau berekreasi, tentu pengguna sepeda bisa memilih jalan yang aman serta waktu yang tepat.

Baca Juga: Hati-hati, seorang pesepeda menjadi korban begal di Kebayoran Baru

Putut memberikan tips demi keamanan agar pesepeda jangan menunjukkan barang berharga serta pastikan untuk tidak bersepeda sendirian.

"Jangan menunjukkan bahwa kita membawa sesuatu benda yang berharga. Kalaupun kita membawa, ya pintar-pintar kita di dalam menyembunyikan. Yang kedua adalah mungkin kita cari teman untuk berangkat pulang pergi kantor," katanya.

Selain itu, Putut menambahkan jika pilihan waktu jadi sangat penting, khususnya bagi mereka yang menggunakan sepeda sebagai olahraga dan berekreasi.

"Kapan kita harus berolahraga dan berekreasi. Ya hindarkan dari jam-jam yang rawan," lanjutnya.

Sebelumnya, dua pelaku awalnya berada searah dengan korban lalu putar arah dan menyerang korban yang sedang bersepeda sendirian.

Korban langsung diserang pelaku dengan senjata tajam lalu merampas ponsel milik pesepeda. Korban mengalami luka senjata tajam di bagian perut.

Baca Juga: Siap-siap, sanksi Rp 100.000 bagi pesepeda yang keluar jalur khusus

"Pas ada begal ya saya teriakkin kan. Begal langsung pergi tuh. Pasti itu begal ya saya tolongin ke sini orangnya. Dia kena sajam sebelah kiri kayaknya," jelas Agus Supryadi, saksi mata saat kejadian terjadi.

Kini petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan telah menyelidiki peristiwa viral aksi begal yang menimpa pesepeda di Jalan Panglima Polim.

Polisi tengah memeriksa rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara.

Artikel ini telah tayang di Kompas.tv dengan judul Waspada Begal Sepeda, Pengamat: Hindari Jam-jam Rawan

Editor: Yudho Winarto


Terbaru