Kota Bogor berencana bangun ibukota baru di wilayah ini

Jumat, 26 November 2021 | 13:57 WIB Sumber: Kompas.com
Kota Bogor berencana bangun ibukota baru di wilayah ini

ILUSTRASI. Kota Bogor berencana bangun ibukota baru di wilayah ini

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Pemerintah Kota Bogor berencana membangun ibukota baru. Pengembangan ibukota baru Kota Bogor dilakukan setelah mendapat aset tanah eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Seperti diketahui, Satgas BLBI baru saja menyerahkan aset tanah eks obligor BLBI melalui penandatanganan serah terima aset pada Kamis 25 November 2021. Satgas BLBI membagikan aset tanah sitaan dari obliggor BLBI kepada 8 instansi

Tanah yang dihibahkan kepada Pemkot Bogor ini seluas 10,3 hektare dengan nilai Rp 345,7 miliar. Nah, Pemkot Bogor berencana memanfaatkan lahan tersebut sebagai lokasi pengembangan ibukota baru.

Pengembangan ibukota baru Kota Bogor ini rencananya menggunakan lahan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Dalam hibah ini, luas lahan di Katulampa tersebut mencapai 6 hektare.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Pemkot Bogor berencana membuat ibu kota baru setelah mendapat aset tanah tersebut. "Pak Walikota, Pak Bima, akan membuat ibu kota baru di lokasi sehingga akan membuat keseluruhan kota bogor menjadi jauh lebih baik, sebagai langsung merupakan tetangga dari ibu kota," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers penyerahan aset eks-BLBI, Kamis (25/11/2021).

Baca Juga: Delapan instansi ini terima hibah aset eks BLBI senilai Rp 492 miliar

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penyerahan aset memang harus segera dilakukan setelah menyita aset obligor/debitor penerima dana BLBI. Hal ini disebabkan bila tanah tersebut menjadi tanah liar dan tidak terurus, aset bisa berpindah tangan.

Penyerahan aset dilakukan agar aset eks-BLBI mendapat kepastian hukum atas kepemilikan dan pengunaan aset-aset properti, selain menurunkan cost saving pemerintah.

Khusus untuk pembangunan ibu kota baru, Pemkot Bogor harus menyediakan sejumlah dana agar proyek berjalan lancar. "Tentu Pak Walikota harus menyediakan anggarannya untuk membangun ibu kota tersebut, dan dalam APBD saya harap ini menciptakan kegiatan ekonomi, kegiatan untuk pemulihan, akibat Covid," beber Sri Mulyani.

Selain menyerahkan aset ke Pemkot Bogor, Sri Mulyani juga memberikan aset kepada 7 Kementerian/Lembaga (K/L) dengan luasan 32,3 Ha dan total nilai Rp 146,5 miliar. Aset diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional (BNN), Kementerian Keuangan, Kementerian Pertahanan, Kepolisan Negara RI, Kementerian Agama, Badan Pusat Statistik serta Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.

Lokasi aset-aset ini tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia seperti di Kota Bandung, Kota Batam, Kota Semarang, Kota Makassar, Kota Samarinda, Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Lhokseumawe, Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Selatan, dan Kota Jakarta.

"Berbagai aset yang sudah diambil alih saya minta kepada DJKN langsung memikirkan asetnya mau dimanfaatkan untuk apa, karena penting menimbulkan kegiatan bermanfaat. Akan lebih bagus dan akan menciptakan juga dampak terhadap masyarakat ekonomi dan juga kesempatan kerja," terang Sri Mulyani.

Rencana pengembangan wilayah di Bogor bukan hanya ibukota saja. Sebelumnya, di Kabupaten Bogor juga ada rencana pemekaran wilayah dengan pembentukan Kabupaten Bogor Barat.

Rencana pembentukan Kabupaten Bogor Barat sudah diusulkan ke pemerintah pusat sejak tahun 2020. Namun, keputusan ini masih menunggu berakhirnya moratorium pemekaran wilayah yang saat ini dijalankan pemerintah pusat.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dapat Tanah Eks BLBI Senilai Rp 345,7 Miliar, Pemkot Bogor Bakal Bikin Ibu Kota Baru",


Penulis : Fika Nurul Ulya
Editor : Ambaranie Nadia Kemala Movanita

 

 

Selanjutnya: Filipina akan kembali membuka pintu bagi turis asing mulai minggu depan

Editor: Adi Wikanto
Terbaru