Jabodetabek

KPAI prihatin, 15% kasus Covid-19 di Depok dialami anak-anak

Senin, 25 Januari 2021 | 14:41 WIB Sumber: Kompas.com
KPAI prihatin, 15% kasus Covid-19 di Depok dialami anak-anak

ILUSTRASI. Petugas melakukan penyemprotan diarea perumahan di Depok, Jawa Barat (7/12). Penyemprotan disinfektan di lingkungan perumahan guna mengantisipasi dan mencegah penyebaran virus corona (COVID-19).

KONTAN.CO.ID - DEPOK. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) prihatin dengan data bahwa 15% kasus Covid-19 di Depok, Jawa Barat, dialami kelompok usia anak.

"KPAI menyatakan keprihatinan atas meningkatnya kasus anak-anak yang tertular Covid-19 di Depok, bahkan mencapai angka 15 persen," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, melalui keterangan tertulis kepada Kompas.com, Senin (25/1).

"Jumlah itu melampaui angka nasional yang hanya sekitar 8%," tambah dia.

Keadaan itu dinilai ironis karena pembelajaran tatap muka di sekolah masih belum diizinkan demi melindungi anak-anak. Namun, kenyataannya, anak-anak justru banyak terpapar Covid-19 ketika berada di rumah.

Baca Juga: Depok ingin bangun RS Covid-19 khusus ibu hamil dan melahirkan

"Berarti, kemungkinan besar anak-anak tertular dari kluster keluarga. Karena ayah dan ibunya kemungkinan bekerja dan keluar rumah," kata Retno.

"Untuk itu perlu adanya kehati-hatian orangtua dan peningkatan disiplin protokol kesehatan Covid-19," tambah dia.

Banyaknya anak-anak tertular Covid-19 itu diungkapkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, Jumat lalu, saat mengemukakan bahwa ada 43 anak Panti Asuhan Santo Fransiskus Asisi yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kami berkoordinasi aktif dengan KPAI terkait dengan kejadian kasus yang terjadi pada panti asuhan. Demikian pula untuk kasus-kasus lainnya yang menimpa pada anak, karena kita ketahui untuk di Kota Depok, persentase yang terpapar (Covid-19) dari kategori usia anak-anak itu lebih-kurang 15% dari total kasus," kata Dadang.

Satgas juga mengemukakan bahwa penularan virus SARS-CoV-2 di Depok saat ini memang masih didominasi kluster keluarga, selain kluster perkantoran.

Dua kluster itu, selain kluster komunitas, bersifat saling memengaruhi satu sama lain. Sebagai contoh, orang yang tertular Covid-19 di kantor besar peluang menularkannya kepada anggota keluarga.

Sebaliknya, anggota keluarga yang tertular Covid-19 di rumah, kemungkinan akan menularkannya kepada kolega di tempat kerja.

Hingga kemarin, Depok sudah melaporkan 24.536 kasus Covid-19 sejak Maret 2020. Kini, masih ada 4.786 pasien Covid-19 di Depok yang mesti menjalani isolasi maupun dirawat di RS, terbanyak sepanjang riwayat pandemi.

Baca Juga: Depok mencatat jumlah pasien covid-19 terbanyak selama pandemi

Penulis : Vitorio Mantalean
Editor : Egidius Patnistik

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPAI: Ironis, 15 Persen Kasus Covid-19 Depok Diderita Anak-anak".

Editor: Khomarul Hidayat


Terbaru