Layanan rapid test antigen di stasiun kereta api makin banyak, ini daftar & tarifnya

Selasa, 22 Desember 2020 | 17:25 WIB   Reporter: Selvi Mayasari
Layanan rapid test antigen di stasiun kereta api makin banyak, ini daftar & tarifnya


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI terus menambah jumlah stasiun penyedia layanan rapid test antigen bagi calon penumpang. Hal ini untuk mendukung ketentuan kewajiban penumpang kereta api membawa surat keterangan negatif corona dari hasil pemeriksaan rapid test antigen mulai Selasa (22/12/2020).

Sejumlah stasiun menyediakan layanan rapid test antigen kepada penumpang jarak jauhnya dengan tarif murah. Hingga Selasa (22/12/2020) sudah ada 13 stasiun kereta yang menyediakan layanan rapid test antigen.

EVP Corporate Secretary KAI Dadan Rudiansyah mengatakan, sebagai peningkatan pelayanan KAI kepada para calon pelanggan, mulai Senin 21 Desember 2020, KAI menyediakan layanan rapid test antigen di stasiun dengan harga Rp 105.000. Layanan rapid test antigen di stasiun ini lebih murah dibandingkan batas maksimal yang ditetapkan pemerintaj Rp 250.000

Layanan rapid test antigen ini tersedia melalui Sinergi BUMN dengan Rajawali Nusantara Indonesia Grup. Pada tahap awal, layanan rapid test antigen tersebut tersedia di Stasiun Gambir, Pasar Senen, Kiaracondong, Cirebon Prujakan, Tegal, Semarang Tawang, Yogyakarta, Surabaya Gubeng, dan Surabaya Pasar Turi.

Kemudian KAI menambah 4 stasiun yang menyediakan layanan Rapid Test Antigen sehingga total menjadi 13 stasiun. Adapun ke-4 stasiun tersebut ialah Bandung, Cirebon, Purwokerto dan Solo Balapan.

Baca Juga: Ini 9 stasiun KAI yang menyediakan ‚Äčtes antigen bertarif Rp 105.000

"Dikarenakan proses pelayanan rapid test antigen memakan waktu lebih lama dibanding rapid test antibodi, maka calon pelanggan agar menyiapkan waktu yang cukup untuk melakukan tes tersebut," ujar Dadan dalam siaran resmi, Senin (21/12).

Menurutnya, masyakarat yang ingin menggunakan layanan rapid test antigen di Stasiun, diimbau untuk melakukannya H-1 perjalanan untuk menghindari keterlambatan jika dilakukan di hari keberangkatan.

Editor: Adi Wikanto

Terbaru