Luhut targetkan penurunan mobilitas di Jateng dan Yogyakarta hingga 50%

Selasa, 06 Juli 2021 | 20:14 WIB   Reporter: Lidya Yuniartha
Luhut targetkan penurunan mobilitas di Jateng dan Yogyakarta hingga 50%

ILUSTRASI. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Panjaitan meninjau proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung di Stasiun Padalarang, Senin (12/4). 

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan menargetkan penurunan mobilitas di Jawa Tengah dan Yogyakarta bisa mencapai 30% hingga 50%.

Hal ini disampaikan Luhut dalam rapat koordinasi (Rakor) Implementasi PPKM Darurat di Jateng dan Yogyakarta, Selasa (6/7).

Menurutnya, dari monitoring harian efektifitas PPKM Darurat di Jateng dan Yogyakarta, penurunan mobilitas di kedua wilayah tersebut sudah meningkat sekitar 15%.

"Namun itu masih di bawah target. Saya harap pencapaian penurunan mobilitas harus minimal 30% kalau bisa 50%,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7).

Baca Juga: Lonjakan kasus Covid-19 dan PPKM darurat belum mengerem laju ekspansi Alfamart (AMRT)

Menurutnya, penurunan mobilitas warga di seluruh kabupaten/kota di Jateng mengalami peningkatan. Berdasarkan urutan teratas, yakni Banjarnegara, Kudus, Purbalingga, Boyolali, Banyumas, dan daerah paling rendah adalah Grobogan.

Luhut juga mengatakan yang menjadi acuan untuk memeriksa mobilitas ini antara lain google traffic, night light NASA, dan facebook mobility.

Menurutnya, penurunan mobilitas paling baik bila dapat mencapai 50%. Menurutnya, bila penurunan mobilitas semakin lama, maka akan berdampak pada perekonomian.

Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi menjelaskan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jateng mengenai hal ini. Dia mengatakan dalam rapat dengan Gubernur Jateng, solusi bagi pekerja di sektor esensial dan kritikal akan diberikan surat keterangan bekerja.

"Kami sudah briefing bersama Kapolres, Dandim, dan pihak terkait telah memerintahkan daerah kabupaten kota untuk mendata kantor atau tempat yang merupakan esensial dan kritikal untuk memberikan surat keterangan kepada karyawannya untuk dapat dipetakan”, ujar Luthfi.

Selanjutnya: Ini strategi manajer investasi yang mencatatkan kinerja positif pada reksadana saham

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru