HOME

​Mengenal Gunung Ile Ape di NTT yang meletus

Senin, 30 November 2020 | 11:11 WIB   Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Gunung Ile Ape yang ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus, Minggu (29/11/2020) pagi. 

Dikutip Kontan.co.id, Minggu (29/11), status aktivitas vulkanik Gunung Ile Ape atau juga disebut Gunung Ile Lewotolok dinaikkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari level II atau ‘Waspada’ menjadi level III atau ‘Siaga.’ 

Kenaikan status ini berlaku pada 29 November 2020, pukul 13.00 waktu setempat. 

Menyikapi kenaikan aktivitas vulkanik, PVMBG merekomendasikan beberapa hal, antara lain, pertama, masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung, pendaki atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari kawah puncak. 

Kedua, penggunaan masker maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Ini direkomendasikan untuk menghindari dampak abu vulkanik yang mengakibatkan gangguan pernapasan akut maupun gangguan kesehatan lain. 

Ketiga, PVMBG mengingatkan abu vulkanik saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok. Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di gunung ini untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di musim hujan. 

Baca Juga: Status Gunung Ili Lewotolok dinaikkan menjadi level siaga

Mengenal Gunung Ile Ape 

Gunung Ile Lewotolok yang berada di ketinggian 1.319 m dpl (meter di atas permukaan laut) disebut juga Ile Ape. Dikutip dari Kompas.id, Minggu (29/11) kata tersebut adalah terjemahan harfiah, ’ile ape’ (bahasa daerah Lamaholot) artinya gunung api. 

Sementara ’ile lewotolok’ artinya gunung kampung-kampung berjatuhan. Gunung ini meletus pertama tahun 1666, kemudian tahun 1800-an, dan 1920-an. 

Letusan terdahsyat tahun 1966 dan 1985 yang meluluhlantakkan Pulau Lembata dan pulau-pulau di sekitarnya.

Sementara, dirangkum dari laman PVMBG Kementerian ESDM, G. Ile Lewotolok atau Ile Ape memiliki garis penampang yang indah dan teratur, tetapi di beberapa tempat muncul ketidakteraturan diakibatkan oleh aliran lava yang berakhir pada sayap gunung. 

Lereng G. Ile Lewotolok terdiri dari abu gunung api, breksi, pasir gunung api, bom gunung api, dan aliran lava, kecuali di lereng Barat Daya relatif jarang.

Di puncak G. Ile Lewotolok terdapat sebuah kawah besar dengan ukuran 800 x 900 m. Kemudian, di bagian Barat Daya terdapat kerucut dengan titik ketinggian 1319 m dpl. 

Baca Juga: Gunung Ile Lewotolok di NTT erupsi, warga memilih mengungsi

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru