Nusantara

​Mengenal Gunung Ile Lewotolok di NTT yang meletus

Sabtu, 05 Desember 2020 | 14:30 WIB   Penulis: Virdita Ratriani

KONTAN.CO.ID - Gunung Ile Ape yang ada di Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), meletus pada Minggu pagi, 29 November 2020 lalu. 

Dikutip Kontan.co.id, Minggu (29/11), status aktivitas vulkanik Gunung Ile Ape atau juga disebut Gunung Ile Lewotolok dinaikkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dari level II atau Waspada menjadi level III atawa Siaga. 

Kenaikan status ini berlaku pada 29 November 2020 pukul 13.00 waktu setempat. Menyikapi kenaikan aktivitas vulkanik, PVMBG merekomendasikan beberapa hal:

Pertama, masyarakat di sekitar gunung maupun pengunjung, pendaki, atau wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari kawah puncak. 

Kedua, penggunaan masker maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit. Ini direkomendasikan untuk menghindari dampak abu vulkanik yang mengakibatkan gangguan pernapasan akut maupun gangguan kesehatan lain. 

Ketiga, PVMBG mengingatkan abu vulkanik saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling Gunung Ile Lewotolok. Oleh karena itu, masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di gunung ini untuk mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar, terutama di musim hujan. 

Baca Juga: Status Gunung Ili Lewotolok dinaikkan menjadi level siaga

PERKEMBANGAN ERUPSI GUNUNG ILI LEWOTOLOK

Mengenal Gunung Ile Ape 

Gunung Ile Lewotolok dengan tinggi 1.319 meter di atas permukaan laut (mdpl) disebut juga Ile Ape. Dikutip dari Kompas.id, Minggu (29/11), kata tersebut adalah terjemahan harfiah dari ile ape (bahasa daerah Lamaholot) artinya gunung api. 

Sementara ile lewotolok artinya gunung kampung-kampung berjatuhan. Gunung ini meletus pertama kali pada tahun 1666 silam, kemudian tahun 1800-an, dan 1920-an. 

Letusan terdahsyat tahun 1966 dan 1985 yang meluluhlantakkan Pulau Lembata dan pulau-pulau di sekitarnya.

Sementara dirangkum dari laman PVMBG Kementerian ESDM, Gunung Ile Lewotolok atau Ile Ape memiliki garis penampang yang indah dan teratur, tetapi di beberapa tempat muncul ketidakteraturan diakibatkan oleh aliran lava yang berakhir pada sayap gunung. 

Lereng Gunung Ile Lewotolok terdiri dari abu gunung api, breksi, pasir gunung api, bom gunung api, dan aliran lava, kecuali di lereng Barat Daya relatif jarang.

Di puncak Gunung Ile Lewotolok terdapat sebuah kawah besar dengan ukuran 800 x 900 m. Kemudian, di bagian Barat Daya terdapat kerucut dengan titik ketinggian 1.319 mdpl. 

Baca Juga: Gunung Ile Lewotolok di NTT erupsi, warga memilih mengungsi

Editor: Virdita Ratriani


Terbaru