Menteri PKP Siapkan Kawasan Kiaracondong Bandung jadi Kawasan Hunian MBR

Senin, 06 April 2026 | 14:57 WIB
Menteri PKP Siapkan Kawasan Kiaracondong Bandung jadi Kawasan Hunian MBR

ILUSTRASI. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mempercepat pembangunan hunian tetap (Istimewa/dok)


Reporter: Zendy Pradana  | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tengah  mempersiapkan salah satu kawasan di Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat, menjadi tempat pembangunan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait berencana membangun hunian vertikal terintegrasi (Transit Oriented Development/TOD) khusus bagi MBR di wilayah Balai Yasa Jembatan Kiaracondong.

Hal tersebut diketahui setelah Maruarar alias Ara melakukan tinjauan bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin pada Senin (6/4/2026) ke kawasan Balai Yasa Jembatan Kiaracondong. 

Baca Juga: Menteri PKP Sulap Kawasan Menteng Tenggulun Jadi Sentra Kuliner

Ara menjelaskan bahwa tinjauannya ke Bandung ini merupakan langkah awal memetakan sejumlah aset milik PT KAI di Bandung yang akan dikembangkan menjadi kawasan hunian vertikal terintegrasi(TOD) khusus bagi MBR.

Pasalnya, kata Ara, melalui tim gabungan antara Kementerian PKP, KAI dan Danantara tengah menyusun dan mengkaji aspek teknis dan tata ruang sebelum langkah pembangunan dimulai. 

“Melalui perencanaan yang matang, lahan-lahan ini nantinya akan disiapkan untuk hunian MBR agar mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau," ujar Maruarar Sirait dalam keterangan tertulis.

Kemudian, Ara menyebutkan bahwa hasil kajian dan analisa dari tim gabungan akan disampaikan pada 25 April mendatang. Tim gabungan nanti akan memutuskan terkait dengan konsep dasar hingga fasilitas yang didapat dalam hunian tersebut.

Baca Juga: Menteri PKP Minta Pengembang Konstruksi Melantai di Bursa

“Sudah ada komitmen awal untuk pembangunan seribu unit rumah melalui skema tanggung jawab sosial. Lokasi penempatannya akan dikaji bersama KAI agar selaras dengan pengembangan aset mereka,” ucap Ara.

Sementara itu, Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan bahwa pemanfaatan lahan di sekitar stasiun diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat kecil. 

Terlebih, dengan adanya konsep TOD, penghuni nantinya akan memiliki akses langsung ke moda transportasi kereta api yang murah dan cepat.

“Sejumlah lahan KAI di Bandung ini memang diproyeksikan akan dikembangkan menjadi hunian vertikal. Fokus utama kami adalah memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jika warga tinggal di area TOD seperti Kiaracondong, mereka akan jauh lebih efisien dalam pengeluaran transportasi karena akses kereta api berada tepat di lingkungan tempat tinggal,” kata Bobby.

Bobby menambahkan dalam rencana pengembangannya, kawasan ini juga akan mengakomodasi ruang publik dan area bisnis mikro untuk mendukung ekonomi warga. 

Baca Juga: Menteri PKP Bertemu Gubernur Jabar, Bahas Strategi Bedah Rumah hingga Rusun Subsidi

Langkah inventarisasi ini merupakan bagian dari optimalisasi aset negara yang tetap mengedepankan keselamatan operasional kereta api sekaligus upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.

Peninjauan di sekitar Balai Yasa Jembatan Kiaracondong ini menjadi dasar dalam penyusunan langkah penataan kawasan yang lebih terarah, tertib, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru