KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memperbaiki kawasan Menteng Tenggulun, Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat, yang selama ini lekat dengan citra permukiman kumuh menjadi sentra kuliner yang dapat menggerakkan roda ekonomi.
Transformasi tersebut ditandai dengan peninjauan langsung oleh Maruarar terhadap progres penataan kawasan, bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Wali Kota Jakarta Pusat, Direktur Utama PNM, Direktur Utama SMF, serta 10 bankir perempuan.
Untuk diketahui, Kelurahan Menteng tercatat sebagai salah satu wilayah dengan tingkat ketimpangan tertinggi di Jakarta Pusat. Kementerian PKP mencatat, di kawasan ini, sekitar 26.000 warga tergolong kurang mampu, sedangkan sekitar 3.000 warga lainnya masuk kategori sangat mampu. Kondisi ini disebut mencerminkan pentingnya pendekatan penanganan kawasan kumuh yang tidak semata berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mendorong penguatan ekonomi masyarakat.
Baca Juga: Pemprov DKI Perpanjang OMC hingga Awal Februari, Andalkan Modifikasi Cuaca
Melalui kolaborasi lintas sektor, Kementerian PKP mengarahkan Menteng Tenggulun menjadi sentra kuliner rakyat yang tertata, layak, dan memiliki nilai ekonomi. Penataan kawasan yang dilakukan mencakup perbaikan lingkungan permukiman, penguatan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penataan akses dan fasilitas pendukung kawasan.
“Penanganan kawasan kumuh di Menteng ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Gotong royong antara pemerintah, BUMN, dunia usaha, asosiasi profesi, dan masyarakat menjadi kekuatan utama,” ujar Maruarar di Menteng Tenggulun, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Adapun langkah yang dilaksanakan tanpa menggunakan dana APBN ini melibatkan sejumlah pihak. Di mana, Kementerian PKP berperan melalui intervensi renovasi rumah warga, sementara PNM dan SMF turut mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pembiayaan, pendampingan, dan pelatihan usaha, khususnya bagi ibu-ibu penerima Program PNM Mekar.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Jakarta: Hujan Lebat Hantui Awal Februari, Waspada!
Sebanyak 23 pelaku UMKM kuliner akan dibina secara langsung oleh para bankir perempuan guna meningkatkan kualitas produk, tata kelola usaha, serta daya saing.
Dari sisi penataan kawasan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pembenahan infrastruktur pendukung, mulai dari jalan lingkungan, trotoar, saluran air, MCK, hingga bantaran kali.
Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) turut menyiapkan desain kawasan serta desain untuk sekitar 50 rumah dan kios yang akan ditata pada tahap selanjutnya, guna mendukung aktivitas ekonomi dan pengembangan pariwisata kuliner.
Maruarar menambahkan, penataan akses kawasan menjadi faktor krusial dalam menghidupkan ekonomi warga. “Akses yang mudah sangat menentukan. Jika jalan menuju kawasan macet dan sulit dijangkau, ekonomi tidak akan bergerak. Penataan akses dan parkir juga bisa menjadi ruang pemberdayaan bagi anak-anak muda di sekitar,” tegasnya.
Selain itu, konsep pengelolaan sampah turut diintegrasikan dalam penataan kawasan. Warga, lanjut Maruarar, akan dibina untuk mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi, melalui program dari PNM bekerjasama dengan bank sampah RW setempat.
Baca Juga: Rekomendasi Makan Siang Bandung: Ini 6 Tempat Bikin Ketagihan!
Sebagai langkah awal transformasi kawasan, Kementerian PKP telah memulai renovasi dua unit rumah warga di Menteng Tenggulun. Renovasi tersebut menjadi pintu masuk penataan kawasan secara menyeluruh yang akan dilanjutkan dengan renovasi sekitar 52 rumah, penataan kawasan, serta pengembangan UMKM kuliner masyarakat.
Melalui pendekatan ini, Menteng Tenggulun diharapkan bertransformasi dari kawasan kumuh dan terpinggirkan menjadi sentra kuliner rakyat yang produktif dan tertata.
Selanjutnya: Klaim Asuransi Kesehatan Jiwa Naik 11,2%, OJK Minta Industri Perkuat Manajemen Risiko
Menarik Dibaca: 5 Cara Lepas Krim Dokter Tanpa Menyebabkan Breakout, Enggak Perlu Takut Lagi!
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News