Peristiwa

MR DIY (MDIY) Hadirkan Program Pembelajaran STEM bagi Siswa di Waingapu, Sumba Timur

Minggu, 12 April 2026 | 13:51 WIB
MR DIY (MDIY) Hadirkan Program Pembelajaran STEM bagi Siswa di Waingapu, Sumba Timur

ILUSTRASI. MR DIY Indonesia hadirkan program STEM interaktif di Sumba Timur. Ratusan siswa SD merasakan pengalaman belajar baru, siapkan mereka hadapi masa depan. (KONTAN/Vina Elvira)


Reporter: Rashif Usman  | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - SUMBA TIMUR. Lebih dari 300 siswa sekolah dasar di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak antusias mengikuti program Menginspirasi Generasi Inovator yang diinisiasi oleh PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR DIY Indonesia.

Program ini menjadi langkah perusahaan dalam menghadirkan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dirancang untuk mendorong metode belajar interaktif sekaligus mengembangkan keterampilan siswa. Inisiatif ini juga tercatat sebagai program STEM pertama yang dihadirkan oleh peritel perlengkapan rumah tangga di Indonesia.

Dalam pantauan tim Kontan di lokasi, para siswa diajak merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, serta kemampuan berpikir kritis dan solutif sejak usia dini.

Beragam aktivitas turut dihadirkan, mulai dari perakitan proyek kreatif hingga simulasi berbasis pemecahan masalah. Melalui cara ini, siswa dapat terlibat langsung dalam proses belajar sehingga lebih mudah memahami konsep secara kontekstual.

Baca Juga: Mangkunegaran Run 2026 Memadukan Olahraga, Budaya dan Ekonomi

Direktur Utama MDIY, Edwin Cheah, menyampaikan bahwa akses harus menjadi sebuah fondasi, baik akses dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun dalam memperoleh pembelajaran yang relevan. Melalui program ini, perusahaan ingin memperluas jangkauan pendidikan STEM yang mudah diakses dan menyenangkan bagi anak-anak di berbagai daerah di Indonesia.

Inisiatif ini dimulai dari Waingapu, Sumba Timur sebagai wilayah prioritas pembangunan (3T), menandai langkah awal MR DIY Indonesia dalam mendukung perluasan akses pendidikan STEM yang lebih relevan dan aplikatif.

Sumba Timur merepresentasikan banyak daerah berkembang di Indonesia Timur yang tengah menjadi fokus pembangunan nasional, khususnya di sektor pendidikan. Di tengah upaya pemerataan akses, pembelajaran STEM yang relevan dan berbasis praktik dapat melengkapi ekosistem pendidikan yang terus berkembang di wilayah tersebut.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan dari Yayasan SUKA Indonesia untuk memastikan implementasi program yang relevan dengan kebutuhan setempat dan memberikan dampak positif bagi siswa maupun tenaga pendidik.

"Ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus tumbuh bersama keluarga Indonesia, dengan membuka akses yang lebih luas bagi generasi masa depan untuk belajar, bereksperimen, dan berkembang,” kata Edwin.

Wakil Bupati Sumba Timur, Yonathan Hani, mengungkapkan pentingnya nilai tambah yang dihadirkan Menginspirasi Generasi Inovator terhadap penguatan ekosistem pendidikan di Sumba Timur.

Yonathan melihat bahwa pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis praktik menjadi semakin penting untuk melengkapi proses belajar di sekolah.

Baca Juga: UKT dan IPI Unpad Jalur Mandiri 2026, Berikut Biaya Program Studi Sarjana

"Inisiatif seperti Menginspirasi Generasi Inovator memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa sehingga tidak hanya memahami teori, tetapi juga mencoba dan bereksplorasi secara langsung. Hal ini dapat membantu meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat keterampilan yang relevan bagi masa depan," jelasnya.

MDIY juga akan memperluas jangkauan program tersebut ke Jakarta dengan target 2.000 siswa dari 10 sekolah, dengan didukung oleh Indonesia Mengajar.

Langkah ini diambil perusahaan dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di tingkat nasional dan sejalan dengan fokus pemerintah dalam memperkuat implementasi pembelajaran STEM untuk menciptakan generasi Indonesia yang siap bersaing di tingkat global.

Selain fokus pada pendidikan, program ini juga berorientasi pada pemberdayaan anak-anak dan peningkatan kesejahteraan komunitas lokal, mempertegas peran MR DIY Indonesia tidak hanya sebagai peritel perlengkapan rumah tangga, namun juga sebagai mitra keluarga Indonesia dalam mendukung proses belajar, kreativitas, dan tumbuh kembang anak-anak.

“Ke depan, kami ingin terus memperluas jangkauan inisiatif ini agar semakin banyak anak di berbagai wilayah Indonesia dapat merasakan pengalaman belajar yang interaktif dan relevan. Bagi kami, ini bukan inisiatif jangka pendek, tetapi bagian dari komitmen berkelanjutan untuk membuka akses yang lebih luas agar setiap anak memiliki ruang untuk belajar, mencoba, dan berkembang," ucap Edwin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Terbaru